Kejaksaan Ketapang Didesak usut Dugaan Korupsi DPRD 2004-2009

Laporan Wartawan Tribun Pontiana, Pionerson

TRIBUNNEWS.COM, KETAPANG - Ketua Badan Pimpinan Kabupaten Dewan Pemantau Penyelengara Negara Indonesia Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, A Rahman mengemukakan penyidik Kejaksaan Negeri Ketapang tidak jeli dalam mengidentifikasi sejumlah kasus korupsi di daerah itu.

Ia mencontohkan ketidak pekaan Kejaksaan Negeri Ketapang jelas terlihat dalam kasus korupsi yang menjerat Mantan Wakil Ketua DPRD Ketapang periode 2004-2009, Sugiarto Husein dengan vonis satu tahun kurungan penjara, dan uang penganti Rp 40 juta, padahal korupsi senilai Rp 3,1 miliar tersebut menurutnya dinikmati sekitar 45 anggota dewan ketika itu.

"Tindak pidana korupsi tidak menyebutkan hanya unsur pimpinan yang bertanggungjawab, tindak pidana korupsi adalah setiap perbuatan orang yang merugikan kerugian negara, dengan memperkaya diri sendiri ataupun orang lain," kata A Rahman kepada Tribun, Kamis (7/6/2011) siang.

Mantan Wakil Ketua DPRD Ketapang periode 2004-2009, Sugiarto Husein, 10 Mei lalu di eksekusi Kejaksaan Negeri Ketapang, dan kini mendekam di Lapas Kelas II B Ketapanag. Putusan PN Negeri Ketapang 17 Desember 2008 Nomor 122/PID.D/2008/PN KTP Sugiarto Husein terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan sedikitnya 45 anggota dewan periode itu dengan dugaan kerugian negara Rp 3,1 miliar.

"Jadi tidak masuk akal Kejaksaan Negeri baru mau menyidik korupsi di tubuh DPRD 2004-2009 dengan dalih menunggu laporan terlebih dahulu, jika terus dibiarkan ini akan melukai rasa keadilan," tegas A Rahman.

A Rahman juga mendesak agar Kejaksaan Negeri tidak harus menunggu laporan dalam menindak tindak pidana korupsi. Ia meminta Kejaksaan Negeri Ketapang melakukan penyelidikan terhadap rentetan uang senilai Rp 3,1 miliar tersebut.

"Yang perlu diketahui masyarakat adalah, tindak pidana korupsi adalah bukan delik aduan," pungkasnya.
Belum lama ini Kepala Kejaksaan Negeri Ketapang, Kusnendar, didampingi Kasi Intel Kejaksan Negeri Ketapang, Sunoto mengatakan pihaknya belum bisa melakukan pemeriksaan rentetan tindak pidana korupsi di tubuh DPRD Ketapang 2004-2009 dengan dalih menunggu laporan, padahal putusan tersebut telah inkrah.

Sugiarto Husein 10 Mei lalu di eksekusi Kejaksaan Negeri Ketapang dan kini mendekap di Lapas Kelas IIB Ketapang. Selain Sugiarto Husein, unsur pimpinan lain pun telah divonis sama, namun hingga kini belum di eksekusi, karena sakit.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat