Kejaksaan: Rasyid Rajasa Tak Diistimewakan  

TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung mengklaim tidak akan mengistimewakan proses berkas kasus kelalaian atas tersangka anak Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, M. Rasyid Amrullah Rajasa. Penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya telah melimpahkan berkas perkara Rasyid ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pada Jumat, 11 Januari 2013.

"Kami tidak akan memberi keistimewaan. Semua harus dilaksanakan semua aturan yang ada. Itu tidak ada masalah," kata Wakil Jaksa Agung, Darmono, saat ditemui seusai acara pelantikan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi, Senin, 14 Januari 2013.

Ia menambahkan, Kejaksaan Agung sendiri belum bisa memastikan berkas perkara tersebut sudah sampai ke Kejaksaan Tinggi. Ia masih harus memastikan pelimpahan berkas tersebut karena baru mendengar dari media.

Menurut Darmono, proses perkara terhadap tersangka Rasyid tidak akan berhenti. Ia menjamin jaksa penuntut umum akan menindaklanjuti pelimpahan berkas tersebut. Hal ini merupakan jaminan bahwa Kejaksaan tidak ragu untuk memproses kerabat para pejabat negara.

"Kalau kami membedakan dia (Rasyid), kasusnya tidak akan diteruskan, tapi kami pastikan ditindaklanjuti," kata Darmono.

Rasyid ditetapkan sebagai tersangka pada kasus kecelakaan di tol Jagorawi KM 3+350 arah Bogor pada Selasa, 1 Januari 2013, sekitar pukul 05.45. Mobil BMW X5 dengan pelat nomor B-272-HR, yang dikemudikannya, menabrak Daihatsu Luxio (dengan pelat nomor F-1622-CY) dari belakang.

Dalam tabrakan tersebut, dua penumpang Luxio meninggal dunia setelah terlempar keluar dari mobil, yaitu Harun, 57 tahun, dan seorang balita Muhammad Raihan, 14 bulan. Selain itu, tiga orang lainnya mengalami luka-luka, yaitu Enung, Supriyati, dan Rifai.

FRANSISCO ROSARIANS

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.