Kejaksaan Usut Dugaan Kredit Macet Senilai Rp200 Miliar pada Bank BUMN di Sidoarjo

Merdeka.com - Merdeka.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo tengah mengusut kasus dugaan penyalahgunaan pemberian fasilitas kredit dari sebuah bank BUMN kepada perusahaan swasta. Atas perkara tersebut, negara dirugikan senilai Rp200 miliar.

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Sidoarjo Aditya Rakatama menjelaskan, dugaan penyalahgunaan kredit itu terjadi pada 2014 lalu. PT Blauran Cahaya Mulia (BCM) yang bergerak di bidang properti mendapat fasilitas kredit investasi refinancing untuk pembangunan proyek Royal Palace Empire.

"Fasilitas kredit ini tidak dimanfaatkan oleh PT BCM, sehingga pembayaran angsuran PT BCM akhirnya macet," katanya, Rabu (3/8).

Proyek Dikerjakan 2 Tahun Sebelum Pengajuan Kredit

Berawal dari kredit macet, tambahnya, Kejari Sidoarjo akhirnya membentuk tim untuk mengurai penyebab gagal bayar tersebut. Dari penyelidikan, tim Kejaksaan menemukan dugaan pemberian kredit yang tidak sesuai ketentuan atau peruntukan.

"Pengajuan kreditnya di tahun 2014 itu, sedianya untuk pembangunan proyek Royal Palace Empire. Namun temuan di lapangan proyek tersebut sudah dibangun pada 2012," jelas Raka.

Atas temuan itu, pihaknya pun menaikkan perkara kredit macet ini ke tingkat penyidikan. Pihaknya juga melakukan penelusuran dan pendalaman terkait penggunaan dana kredit sebesar Rp200 miliar ke BCM.

Dikonfirmasi soal tersangka atau pihak yang terlibat dalam perkara ini, Raka masih enggan membukanya dengan alasan masih terus melakukan proses pendalaman.

"Kami saat ini masih terus melakukan pendalaman," tandasnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel