Video Damai 'Polisi'-Bule di Youtube  

TEMPO.CO , Jakarta:Seorang pria berpakaian polisi lalu lintas terekam video meminta uang damai kepada turis di Bali. Anehnya, pria berpakaian polisi yang kelewat ramah itu malah buka kartu soal berapa turis yang sudah terjaring ulah nakalnya.

Video berdurasi 4 menit itu kini beredar di YouTube dengan judul Polisi Korupsi di Bali/ Corruption Police in Bali. Dalam video tersebut terlihat seorang bule asal Belanda bernama Van der Spek awalnya ditilang karena tak mengenakan helm. Dia lalu diajak masuk ke dalam pos polisi bertuliskan "Pos Lio Square".

Setelah menerima uang damai Rp 200.000, pria cepak itu malah mentraktir turis minum bir. Sambil minum bir bareng, turis Belanda yang tampaknya menggunakan kamera tersembunyi itu lalu bertanya pada polisi. "Kasih tahu saya rahasia, dong, sudah dapat berapa dari turis yang kamu tilang hari ini?" ujar Van der Spek.

Sang polisi tertawa dan berhitung sejenak. "Baru ada tiga turis yang kena tilang. Dari kamu dapat Rp 200.000," katanya.

Sang turis percaya diri dia kena tilang dengan uang damai termahal, tetapi ternyata salah. "Oh bukan, tadi ada yang kena Rp 300.000," kata si polisi. "Kamu nomor dua, yang ketiga kena Rp 100.000." Petugas itu tampaknya tak sadar bahwa dirinya sedang direkam.

Setelah polisi itu "buka kartu", Van der Spek pun pamit. Sang polisi dengan ramah mengundang bule itu datang lagi. "Besok, kalau ada waktu main saja ke sini, kita nge-bir bareng lagi," katanya. "Saya tugas dari jam 7 pagi sampai jam 2 siang."

Video yang diunggah pada 1 April 2013 itu kini sudah ditonton 407 orang. Berbagai komentar berisi ledekan dan hujatan pun disampaikan para penonton. Namun ada pula yang maklum dengan ulah oknum polisi tersebut.

ANGGRITA DESYANI

Topik terhangat:

Partai Demokrat | Agus Martowardojo | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo | Nasib Anas

Baca juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.