Kejar capaian imunisasi campak, posyandu di Jambi disisir optimal

Pemerintah Provinsi Jambi melakukan optimalisasi di masing-masing puskesmas untuk penyisiran di tiap posyandu guna mengejar target capaian imunisasi campak rubella.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi, Hesti Haris, Ahad (18/9) 2022 di Jambi mengatakan tim imunisasi puskesmas bisa dibentuk untuk melaksanakan penyisiran di beberapa titik untuk bisa memberikan pelayanan ekstra di masa – masa akhir program ini yang selesai 30 September 2022.

"Kepala Dinas Kesehatan diharapkan mengarahkan puskesmas untuk memfokuskan tim imunisasi dalam minggu ini untuk pergerakan imunisasi, campak rubella, mengejar penyisiran di posyandu, TK, PAUD, SD/MI dan SMP/MTS kelas 1," katanya.

Capaian campak rubella Provinsi Jambi , kata dia, hingga 16 September 2022 adalah 73,3 persen urutan ketiga nasional untuk (Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) tahap 1 namun jauh dari target yang ditentukan 85 persen.

Ia menjelaskan bahwa pencapaian imunisasi campak rubella ini bukan persoalan angka – angka, tapi terkait hak anak – anak Jambi untuk perlindungan dan tanggung jawab itu adalah tanggung jawab bersama.

"Tanggal 26 September Insya Allah akan kita laksanakan imunisasi campak rubella serentak seluruh Jambi dan kita lakukan pertemuan secara video confren untuk menyapa perkembangan pelaksanaan imunisasi di masing – masing Kabupaten/Kota," katanya Hesti Haris.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, dr. Fery Kusnadi, mengatakan bahwa butuh gerakan kolektif dari Dinas Kesehatan, Camat, Kemenag dan Dinas Pendidikan kabupaten kota untuk percepatan imunisasi campak rubella hingga akhir bulan ini.

“ Saya yakin kita dapat memanfaatkan waktu – waktu sisa ini untuk mengungkit cakupan imunisasi campak rubella," katanya.

Ia juga menambahkan bahwa apresiasi yang tinggi untuk tenaga Kesehatan di Puskesmas dan Kabupaten Kota se Provinsi Jambi dapat melaksanakan imunisasi Campak rubella di momentum BIAN dengan baik.

“ Kadis Pendidikan dan Kanwil Kemenag diharapkan untuk dapat mengarahkan kembali kepala sekolah baik TK, SD/MI maupun SMP/ MTS untuk dilaksanakan imunisasi campak di sekolah bagi siswa yang belum dapat imunisasi campak ini, nanti tim Puskesmas akan bergerak untuk menyisir ," katanya.

Konsultan Imunisasi UNICEF untuk Provinsi Jambi, Yulizar Kasma mengatakan bahwa ada komunikasi yang harus diperbaiki terkait imunisasi campak rubella. Menurutnya, baiknya ketika berhadapan dengan masyarakat seperti tidak menggunakan kata vaksin MR.

“ Kita gunakan diksi imunisasi campak agar mudah dipahami masyarakat sehingga orang tua tidak berfikir bahwa imunisasi ini campak barang baru," katanya.

Ia juga menegaskan, bahwa sampai hari ini sudah 565.651 anak yang di imunisasi campak di Provinsi jambi tidak ditemukan adanya yang demam atau lainnya.

“ Alhamdulillah, imunisasi campak ini KIPInya sangat ringan, tidak ada anak yang demam sampai saat ini, jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan pada dasarnya. Kita berharap orang tua yang melarang anaknya diimunisasi paham bahwa dengan melindungi para anak, maka juga ibu hamil akan terlindungi di Provinsi Jambi," demikian Yulizar Kasma.

Baca juga: Cakupan imunisasi anak di Jambi meningkat berkat BIAN

Baca juga: Taspen Jambi gelar sosialisasi pencegahan stunting bagi kader Posyandu

Baca juga: Pemkab Batanghari Jambi imunisasi 42 anak orang rimba