Kejar Target DPK Tumbuh 40 Persen, KB Bukopin Bidik Komunitas Korea

Raden Jihad Akbar, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – PT Bank KB Bukopin (BBKP) berencana untuk melakukan penetrasi pasar di segmen yang terbilang baru. Yakni dengan menyasar Korean community atau komunitas Korea yang ada di Indonesia.

Direktur Utama KB Bukopin Rivan A Purwantono, memastikan bahwa pihaknya bertujuan mengejar dana murah untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) di segmen baru tersebut. Sebagai target utama guna membangun ekosistem bisnis barunya itu.

"Melalui ekosistem baru itu, kami akan berupaya untuk menjadi pionir bank swasta pertama di Indonesia yang juga akan menjadi bank berskala global," kata Rivan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu 10 Maret 2021.

Rivan optimistis target itu akan mampu dicapai oleh pihaknya. Karena ada segmen khusus yang bisa dipenetrasikan melalui 190 perusahaan Korea baik yang ada di Indonesia maupun di luar negeri.

Baca juga: Haru Koesmahargyo Resmi Gantikan Pahala Jadi Direktur Utama BTN

Selain itu, dia juga mengaku yakin bahwa KB Bukopin akan mampu mencapai pertumbuhan DPK 40 persen di tahun 2021 ini. Hal itu tercermin dari capaian kontribusi DPK yang cemerlang di kuartal I.

"Kuartal I kontribusi DPK bagus. Harapannya, ini akan berlanjut hingga masuk ke dalam kriteria kredit kami yang baru. Kami ingin masuk ke UKM dan fokus kita ritel yaitu konsumer," ujarnya.

Diketahui, per 23 Februari 2021 lalu, telah diumumkan perubahan nama dari PT Bank Bukopin Tbk menjadi PT Bank KB Bukopin Tbk (KB Bukopin), setelah mendapatkan pernyataan efektif dari pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bank KB Bukopin pun telah berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan pelayanannya, melalui modernisasi infrastruktur teknologi informasi. Hal itu seiring upaya menyiapkan beragam produk dan layanan berbasis perbankan digital, seperti misalnya aplikasi Bukopin Mobile dan aplikasi perbankan digital Wokee.

Sejak 30 Desember 2020, saham KB Bukopin tercatat dimiliki oleh KB Kookmin Bank sebesar 67 persen, PT Bosowa Corporindo 11,68 persen, Negara Republik Indonesia 3,18 persen, dan masyarakat umum yang mencapai 18,14 persen.