Kejar Target, Kementerian Investasi Minta Tambahan Anggaran Rp792 M di 2023

Merdeka.com - Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Mohamad Hekal menyampaikan, Kementerian Investasi/BKPM 2023 mengajukan usulan anggaran tambahan sebesar Rp 792 miliar, sebelumnya anggaran TA 2023 adalah Rp 1,09 triliun. Tambahan anggaran tersebut untuk mengejar target investasi sebesar Rp 1.400 triliun.

"Pagu anggaran Kementerian Investasi/BKPM 2023 ditetapkan Rp 1.094.222.046.000 serta mengajukan usulan tambahan Kementerian Investasi/BKPM sebesar Rp 792.387.823.000," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR Hekal, dalam rapat kerja bersama Menteri Investasi/Kepala BKPM, Kamis (8/9).

Dalam catatan DPR, target investasi Pemerintah tahun 2022 adalah sebesar Rp 1.200 triliun. Target tersebut baru terealisasi 48,7 persen yakni Rp 584,6 triliun per Juni 2022. Dari realisasi itu, berhasil menyerap 693.537 tenaga kerja Indonesia yang berasal dari 90.970 proyek.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Bahlil mengatakan, dirinya diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bisa mencapai target investasi Rp 1.400 triliun pada 2023. Menurutnya, nilai itu lebih besar dibanding target 2022 sebanyak Rp 1.200 triliun.

"Jadi ini lompatannya cukup besar dengan penyebaran tetap memperhatikan dalam rangka bagaimana menghadirkan sebuah investasi yang berkualitas, perimbangan antara Jawa dan luar Jawa," kata Bahlil.

Bahlil mengakui kepada komisi VI bahwa pekerjaan itu bukanlah hal yang mudah untuk di capai. Di samping itu, justru pagu anggaran kementerian Investasi pada 2023 malah menurun menjadi Rp 1,09 triliun dari sebelumnya Rp 1,3 triliun pada 2022.

"Di 2022 kita dapat Rp 1,3 triliun dan di 2023 kami dapat Rp 1,09 triliun, tapi beban kerjanya naik dari Rp 1.200 triliun menjadi Rp 1.400 triliun. Kami mencoba untuk me-manage keuangan negara ini dengan baik karena kita tahu betul kondisi negara kita belum terlalu baik-baik yang kita harapkan seutuhnya," kata Bahlil.

"Sesuai rapat kita sebelumnya mendorong Rp 1.400 triliun bukan pekerjaan yang gampang, cukup sulit. Maka saya mohon bantuan dari pimpinan dan seluruh anggota dewan Komisi VI untuk membantu kami," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]