Kejar Target Pendidikan, Pemkab Bogor Wajibkan Satu Guru Ajar Lima Warga

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten Bogor terus berupaya meningkatkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS), dari saat ini 8,31 tahun menjadi 8,61 tahun, sesuai target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023.

Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan mengakui bahwa tidak mudah untuk meningkatkan RLS, meski hanya 0,1 tahun terlebih, sisa waktu untuk mencapai target sesuai dalam RPJMD, praktis hanya sekitar satu tahun enam bulan.

Meski begitu, Iwan mengaku tidak kehilangan harapan. Berbagai upaya tetap dilakukan, untuk mengakselerasi RLS. Salah satunya, Pemkab Bogor telah meluncurkan program Lima Warga Satu Guru (Mawar Sagu) belum lama ini.

"Target kita pada akhir 2023 itu RLS 8,61 tahun. Untuk mencapainya perlu akselerasi untuk meningkatkan RLS. Salah satunya program Mawar Sagu itu," kata Iwan Setiawan, Minggu (5/6).

Program ini akan menghadirkan seorang guru untuk menjadi tutor atau pendamping setiap lima orang warga yang belum menuntaskan wajib belajar, yang kemudian disusul dengan program kejar paket kesetaraan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM).

Dengan begitu, diharapkan program ini dapat mendongkrak capaian RLS di Bumi Tegar Beriman. Iwan pun berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pendidikan dan memaksimalkan peran guru di sekitar tempat tinggal mereka.

"Jadi kalau ada guru yang jadi tetangga, terus mau ngajar itu ikuti saja. Bantu kami juga pemerintah daerah agar RLS meningkat, agar kesejahteraan juga meningkat," tutur Iwan Setiawan.

Selain program Mawar Sagu, Pemkab Bogor juga mencoba strategi lain, seperti mengoptimalkan peran lembaga pendidikan dan organisasi profesi pendidik. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel