Kejari Jaksel: Salah Penomoran Susno Tak Pengaruhi Putusan

Liputan6.com, Jakarta : Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selaku tim eksekutor kasus korupsi Susno Duadji tak mempermasalahkan perbedaan nomor perkara putusan antara Pengadilan (banding) Tinggi DKI Jakarta dengan Pengadilan Negeri (tingkat Pertama) Jakarta Selatan.

Kepala Kejari Jakarta Selatan Masyhudi mengatakan kesalahan nomor perkara hanya kesalahan teknis dan tidak membatalkan putusan. Yang jelas eksekusi tetap dilakukan, menyusul telah diterimanya salinan putusan Kasasi Mahkamah Agung oleh jaksa.

"Nomornya salah hanya salah ketik. Menurut saya, tetap putusan pengadilan tinggi berlaku," kata Masyhudi, Senin (4/3/2013).

Terkait sikap tim kuasa hukum Mantan Kabareskrim yang menyatakan putusan Kasasi MA non eksekutorial karena tak mencantumkan perintah pemidanaan, Masyhudi menilai hal tersebut hanya asumsi kubu Susno saja.

"Itu pendapat pengacara Susno. Sudah kita bikin kajian dan pelajari dan sudah kita laporkan ke pimpinan. Tapi kita tunggu petunjuk pimpinan, saya laporkan ke Kajati. Kajati tentunya akan meneruskan ke Kejagung," ucap Masyhudi.

Kendati demikian, Masyhudi mengakui bahwa putusan MA tidak selalu mencantumkan perintah ditahan atau tidaknya terdakwa. Namun putusan tersebut tetap sah dan dapat dilakukan eksekusi. Meski hanya menyatakan menolak kasasi, serta membebankan biaya perkara Rp 2.500. Namun soal hukuman badan selama 3,5 tahun penjara hal itu masalah teknis.

"Itu masalah teknis, putusan MA biasanya begitu saja, menolak atau mengabulkan pemohon kasasi," ujarnya.

Sebelumnya dalam putusan, Majelis Hakim PT DKI menerima permintaan banding Susno dengan mengubah putusan PN Jaksel dari semula bernomor 1260/pid.B/2010/PN Jkt Sel. tanggal 24 Maret 2011. Namun oleh PT DKI dirubah menjadi nomor 1288/pid.B/2010/PN Jkt Sel tanggal 21 Februari 2011.

Tak ayal pengacara Susno, Frederich Yunadi menyatakan putusan PT DKI terhadap klienya batal demi hukum. Karena putusan itu salah mencantumkan nomor perkara. Di putusan PT DKI menyebutkan bahwa menolak permintaan banding yang diajukan Susno juga JPU serta mengubah putusan.

Kendati demikian, Masyhudi tetap pada pendiriannya akan mengeksekusi purnawirawan jenderal bintang 3  itu setelah ada petunjuk pimpinan.

"Kita tunggu saja petunjuk pimpinan," jawab Masyhudi. (Mhs/Adi).