Kejari Mukomuko memeriksa dua saksi terkait korupsi dana desa

·Bacaan 1 menit

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu memeriksa dua orang saksi terkait dugaan korupsi atau penyalahgunaan Dana Desa Pasar Ipuh tahun anggaran 2021.

"Dua orang saksi ini kades dan camat. Mereka diperiksa untuk diminta keterangannya terkait permasalahan ini," kata Kepala Kejari Mukomuko Rudi Iskandar, diwakili Kasi Pidsus Andi Setiawan, dalam keterangannya di Mukomuko, Senin.

Ia mengatakan, pihaknya meminta keterangan kades terkait permasalahan di desanya, apa saja yang sudah dia lakukan, dan mengapa ada temuan inspektorat wilayah setempat.

Selanjutnya, pihaknya perlu menyamakan laporan hasil pemeriksaan (LHP) inspektorat dengan keterangan yang disampaikan oleh para saksi yang terkait dengan dugaan korupsi dana desa itu.

Dia mengatakan, setelah ini masih ada beberapa pihak yang akan dipanggil, namun pemanggilannya tidak mungkin dilakukan sebelum Lebaran tahun ini.

"Kemungkinan pemanggilan pihak lainnya yang terkait dengan kasus ini setelah Lebaran," ujar Andi.

Ia mengatakan bahwa kasus dugaan penyalahgunaan Dana Desa Pasar Ipuh sekarang ini sudah naik tahapan penyidikan.

Penyidik kejari setempat bersama dengan tim selama melakukan penyelidikan menemukan adanya dugaan korupsi atau penyalahgunaan Dana Desa Pasar Ipuh untuk tahun anggaran 2021.

Selanjutnya kasus dugaan korupsi Dana Desa Pasar Ipuh dalam proses penyidikan. Penyidik akan mengumpulkan data serta menentukan siapa yang menjadi tersangka dalam kasus ini.

Meskipun kejari setempat belum menetapkan tersangka dalam kasus ini, ia mengatakan, kemungkinan tersangka dalam kasus ini maksimal dua orang.

Penyidik kejari setempat selama melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi atau penyalahgunaan dana desa ini telah memeriksa perangkat desa sebagai saksi, dan pada tahap penyidikan ini akan ada saksi lagi yang dipanggil terkait kasus ini.

Kejari Mukomuko sampai sekarang telah memeriksa sebanyak 20 orang saksi yang terkait dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan pengelolaan APBDes 2021.
Baca juga: Kejari Mukomuko sidik dugaan korupsi dana desa
Baca juga: Kejari Mukomuko llibatkan auditor hitung kerugian korupsi dana desa

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel