Kejari: Perkara Narkoba Masih Marak di Kota Depok

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Kejari Kota Depok, Sri Kuncoro mengatakan, Kejari Kota Depok selama satu tahun telah melakukan penanganan kasus mencapai 590 kasus perkara. Kasus tersebut telah dilakukan persidangan dan kasus yang paling banyak dilakukan penanganan yakni kasus narkoba.

"Jadi yang paling banyak itu adalah perkara narkoba yang mencapai 400 perkara," ujar Sri Kuncoro kepada Liputan6.com di Kejari Kota Depok, Kamis (30/12/2021).

Sri Kuncoro menjelaskan, perkara narkoba masih tetap marak di Kota Depok dengan barang bukti seperti ganja, sabu, ekstasi, dan tramadol. Barang bukti yang diamankan dan dilakukan penyitaan, merupakan barang bukti penyisihan yang digunakan untuk proses persidangan.

"Saya katakan tadi yang miris adalah perkara narkoba masih tetap marak di Kota Depok," jelas Sri Kuncoro.

Bernilai Miliaran

Sri Kuncoro mengungkapkan, barang bukti narkoba untuk jenis ganja sebanyak 26 kilogram dari 107 perkara, sabu seberat dua kilogram dari 407 perkara. Untuk obat jenis tramadol 812 butir dan ekstasi 2.300 butir dari enam perkara yang telah ditangani.

"Kalau dihitung nominal uang bisa miliaran, misalkan satu kilogram sabu bisa Rp 1 miliar sedangkan sabu ada dua kilogram," ungkap Sri Kuncoro.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel