Kejari Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Pengadaan Sapi

Jambi (ANTARA) - Penyidik Kejaksaan Negeri Muarasabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, menetapkan dua tersangka dalam kasus korupsi pengadaan sapi pada 2011 senilai Rp1,6 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri Muarasabak Bambang Permadi di Jambi, Kamis, menyebutkan, dua tersangka itu masing-masing pejabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) saat itu bernama Ramalif Abadi dan Direktur CV Mega Bintang Persada Eri Susandak.

"Keduanya resmi kami tetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini bersamaan dengan diterbitkannya surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) tertanggal 19 April 2012," ujarnya.

Ia menjelaskan, dugaan korupsi pengadaan ternak itu bermula Dinas Peternakan Kabupaten Tanjung Jabung Timur menerima alokasi anggaran daerah pada 2011 senilai Rp1,6 miliar lebih untuk program bantuan 258 ekor sapi Bali kepada petani di empat kecamatan.

Pelaksanaan program itu terindikasi terjadi penyelewengan sehingga merugikan keuangan negara kurang lebih Rp280 juta.

"Atas dasar laporan dari masyarakat, kami langsung melakukan penelitian dan penyelidikan termasuk memeriksa beberapa petani penerima bantuan ternak itu," katanya.


Berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi, katanya, sedikitnya 33 ekor sapi yang didatangkan dari Lampung itu mati mendadak, selang 2-3 minggu setelah diserahkan kepada petani.

"Ironisnya, petani sampai saat ini belum menerima penggantian sapi baik dari Dinas Peternakan maupun rekanan. Padahal, seharusnya sesuai kontrak apabila ditemukan sapi yang mati harus segera diganti," katanya.

Kejanggalan lain yang ditemukan adalah CV Mega Bintang Persada diketahui tidak memiliki sertifikasi yang berkaitan dengan pengadaan bibit ternak atau sapi.

Selain itu, ratusan ekor sapi bantuan juga tidak dilengkapi Standar Nasional Indonesia (SNI) sehingga berpotensi penyimpangan.

Para tersangka dijerat Pasal 2 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi subsider Pasal 3 undang-undang yang sama dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara atau denda maksimal satu miliar rupiah.

Kejari Muarasabak juga menerbitkan surat cegah dan tangkal terhadap dua tersangka itu agar tidak melarikan diri.

"Penyidikan akan terus kami kembangkan baik itu memeriksa saksi dan juga tersangka beberapa waktu ke depan," katanya.

Kejari Muarasabak pada Selasa (17/4) juga menetapkan tiga mantan pejabat kabupaten setempat terkait dugaan korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran pada 2004 senilai Rp1,1 miliar lebih.

Tiga mantan pejabat itu mantan Bupati Tanjung Jabung Timur periode 2009-2011, Abdullah Hich, mantan sekretaris daerah Syarifuddin Fadhil, dan mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Suparno. (rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.