Kejati Jambi Tunggu Juknis Periksa Bupati Batanghari

Jambi (ANTARA) - Kejaksan Tinggi Jambi menunggu petunjuk teknis dan surat edaran Kejaksaan Agung untuk bisa memeriksa Bupati Batanghari Abdul Fattah dalam kasus dugaan korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran senilai miliaran rupiah.

Kepala Kejaksaan tinggi (Kajati) Jambi, T Suhaimni di Jambi, Kamis mengatakan, walaupun Mahmakah Konstitusi (MK) menyatakan, untuk pemeriksaan kepala daerah tidak perlu lagi izin dari Presiden, maka penyidik kejaksaan tidak serta merta bisa melakukan pemeriksaan karena belum ada juknis dan surat edaran resmi dari Kejaksaan Agung (Kejagung).

Kejati Jambi telah membuat surat kepada Kejagung untuk segera mengirimkan juknis dan surat edaran tersebut, untuk bisa disampaikan kepada penyidik kejaksaan negeri (Kejari) Muarabulian yang menangani kasus dugaan korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran (damkar) untuk memeriksa Bupati.

"Jika pihak Kejati sudah menerima juknis dan surat edaran tersebut, maka akan dikirimkan ke Kejari Muara Bulian untuk bisa segera memeriksa Bupati Abdul Tattah yang diduga terkait kasus damkar pada saat menjabat sebagai bupati saat itu," kata Suhaimi.

Kejari Muara Bulain tinggal menunggu waktu untuk bisa memeriksa Abdul Fattah guna mengungkap kasus dugaan korupsi damkar di Kabupaten Batanghari yang telah menetapkan dua tersangka, yakni Sargawi dan Usman T.

Kajati T Suhaimi juga telah menegaskan kepada empat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) yang menangani kasus damkar untuk serius dalam mengungkap kasus ini hingga tuntas.

"Saya terus mendesak para Kajari yakni Muara Bulai, Kota Jambi, Tebo dan Muara Sabak untuk bisa mengungkap kasus damkar ini," tegas Kajati Suhaimi.

Dalam kasus dugaan korupsi damkar tersebut di Kabupaten Tebo pihak Kejari telah menetapkan dua tersangka, yakni Madjid Muaz (mantan Bupati) dan pejabar setempat Hasan Basri, kemudian di Mauara Sabak Kabupaten Tanjung Jabung Timur ada tiga tersangka yakni mantan Bupati, Abdullah Hicq, mantan Sekda Syarifuddin Fadil dan mantan kepala Bapedda setempat Suparno.

Di Kabupaten Batanghari ada dua tersangka yakni Syargawi dan Usman T sedangkan di Kota Jambi ada tiga tersangka yakni mantan Walikota Jambi, Arifien Manaf, mantan kepala Dinas Pemadam Kebakaran setempat Syarifuddin Yasak dan mantan ketua DPRD Zulkifli Somad. (tp)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.