Kejati: Tersangka Baru Bansos Anggota DPRD Sulsel

Laporan Wartawan Tribun Timur, Rudhy

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR -- Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan Sulsel) Fietra Sany memastikan tersangka baru dalam kasus penyelewengan anggaran dana bantuan sosial (bansos) senilai Rp 8,8 miliar adalah berasal dari anggota DPRD Sulsel periode 2004-2009 bahkan legislator yang masih aktif hingga sekarang.

Isyarat bakal adanya tersangka baru dari kalangan politisi dalam kasus bansos berdasarkan hasil perkembangan dan fakta yang ditemukan jaksa selama proses persidangan kasus itu bergulir di Pengadilan Tipikor Makassar yang mendudukkan terdakwa Bendahara Pengeluaran Kas Daerah Pemprov Sulsel Anwar Beddu.

"Yang pasti semua nama-nama anggota dewan. Baik yang aktif maupun tidak yang disebut-sebut ikut bertanggungjawab atas adanya penyalahgunaan dwna bansos saat ini tengah dikaji. Dan tidak menutup kemungkinan tersangka barunya dari kalangan legislator. Yang jelas tersangkanya lebih dari dua orang alias berjamaah," tegas Fietra kepada wartawan usai memimpin upacara peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke 52 yang di gelar di kantornya, Minggu (22/7/2012).

Mantan Kajati Maluku ini menegaskan, meski pihaknya telah menemukan adanya bukti kuat akan keterlibatan sejumlah politisi atau wakil rakyat tersebut, namun Fietra mengaku tetap berhati-hati dalam mengambil sikap khususnya menyeret para anggota dewan tersebut.

"Berikan kepercayaan kepada kami. Kami janji kasus ini akan selesai dan tersangkanya dipastikan tidak hanya satu orang. Melainkan berkawan alias berjamaah," terang mantan Dir II Intel Kejagung RI ini.

Berdasarkan bukti serta fakta yang terungkap dipersidangan dalam kasus ini. Secara jelas terinci ada 26 nama anggota dan mantan anggota DPRD Sulsel yang ikut mencicipi dana bansos.

Adapun nama-nama politisi dari berbagai latar belakang partai yang disebut-sebut dipersidangan ikut menilep dana bansos adalah Ketua DPRD Sulsel Muh Roem, Wakil Ketua Andry Arief Bulu, politisi Partai Golkar Yaqkin Padjalangi, Ketua PDK Sulsel Adil Patu, Doddy Amiruddin dari partai PAN. Muchlis Panaungi, Dan Pontasik (Politisi PDIP), Burhanuddin Baharuddin, dan Zulkifli (Politisi PBB).

Atas adanya fakta baru tersebut yang terungkap dipersidangan, pihak Kejati Sulsel kini mulai mendalami keterlibatan sejumlah anggota dan mantan anggota DPRD serta beberapa pejabat Pemprov Sulsel yang namanya terungkap selama proses persidangan kasus dugaan penyelewengan dana bansos dilingkup Pemprov Sulsel tahun anggaran 2008 yang ditaksir merugikan negara senilai Rp8,8 miliar.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.