Kekalahan Trump di Pilpres AS Disambut Bahagia Rakyat Palestina

Dusep Malik, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepergian Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dari Gedung Putih akan melegakan rakyat Palestina yang selama ini berada di bawah pendudukan Israel.

Utusan Khusus Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Nabil Shaath, mengatakan bahwa pemerintahan Trump adalah yang terburuk bagi rakyat Palestina.

"Bagi kami, itu adalah keuntungan menyingkirkan Trump. Namun kami tidak mengharapkan perubahan strategis yang penting dalam sikap Amerika terhadap perjuangan Palestina," kata Shaath, dilansir Middle East Monitor, Senin 9 November 2020.

Sekretaris Jenderal Palestinian National Initiative, Mustafa Barghouti, mengungkapkan kebahagiaan atas hasil Pemilu AS dan mengatakan Trump adalah peradaban presiden AS terburuk yang dihadapi di zaman modern.

"Trump menghancurkan hubungan internasional dan politik. Apa yang disebut 'Kesepakatan Abad Ini' adalah hal yang terburuk yang dia lakukan untuk Palestina," ungkap Barghouti.

Mujahideen Movement selaku bagian dari perlawanan Palestina juga mengomentari hasil pemilu. Mereka menyebut kejatuhan Trump sama dengan runtuhnya semua sistem yang telah mengkhianati rakyat mereka sendiri dan Palestina.

Seperti diketahui Israel menduduki wilayah Palestina termasuk Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza sejak 1967. Sementara itu, Palestina menginginkan wilayah itu untuk pembentukan negara Palestina di masa depan.