Kekasih Brigadir J, Pernah Diperiksa Polisi Kini Berada di Safe House

Merdeka.com - Merdeka.com - Vera Simanjuntak, kekasih almarhum Brigadir J sempat mengungkapkan percakapan terakhirnya dengan Brigadir J kepada polisi. Kesaksian Vera ini untuk melengkapi berkas perkara demi mengungkap penyebab sebenarnya kematian Brigadir J.

Vera diperiksa polisi di Mapolda Jambi pada Minggu (24/7). Vera menjalani pemeriksaan mulai pukul 11.00 WIB dan berakhir hingga pukul 18.50 WIB. Vera didampingi dua kuasa hukumnya yakni Ramos Hutabarat dan Ferdi saat menjalani pemeriksaan tersebut.

"Dalam pemeriksaan yang dilakukan selama dua hari, penyidik menanyakan terkait percakapan terakhir mereka," kata kuasa hukum Vera, Ramos Hutabarat, usai mendampingi kliennya menjalani pemeriksaan di Mapolda Jambi. Dikutip Antara.

Ramos mengatakan, Vera dicecar 32 pertanyaan selama pemeriksaan dan hari ini hanya mendalami pertanyaan yang ditanyakan penyidik kemarin. Selain itu, Ramos menyebutkan jika handphone milik Vera juga turut disita oleh penyidik untuk dijadikan sebagai barang bukti.

Kuasa hukum Vera, Ferdi menambahkan bahwa kliennya terakhir kali berkomunikasi dengan Brigadir J pada Jumat (8/7) pukul 16.43 WIB, sebelum insiden yang dialami korban. Sebelumnya, Vera dan Yosua sempat berkomunikasi via Handphone dengan Brigadir J.

Kini Vera berada di safe house atau suatu tempat yang aman. Hal ini diungkapkan oleh Ramos.

Menurut Ramos, kekasih Brigadir J tersebut sempat meminta perlindungan kepada lembaga perlindungan saksi dan korban (LPSK).

"Kami jelaskan ke mereka tentang skema perlindungan dari LPSK, sehingga menjadi pertimbangan mereka," kata Ramos Hutabarat Kuasa hukum Vera Simanjuntak, saat jumpa pers di Kota Jambi, Senin (01/8).

Dia menyampaikan, saat ini Vera diamankan di salah satu tempat yang aman atau safe house. Keluarga lainnya tidak bisa menghubungi Vera.

"Itu menjadi pertimbangan kami untuk melindungi klien kami Vera adalah perempuan," jelasnya.

Sehingga bahasa penasihat hukum menghalangi Vera meminta perlindungan LPSK adalah salah. "Itu tidak benar. Merasa terancam itu ada. Tidak nyaman. Misalnya karena bertemu dengan orang yang belum dikenal, termasuk awak media," jelasnya.

Kemudian, kata Ramos, untuk saat ini kondisi Vera sehat. Tapi saat ini tidak bekerja lagi. Dia sedang dalam pengawasan keluarga.

Lebih lanjut, Ramos menambahkan, Vera layak mendapatkan perhatian khusus tim psikologi untuk memulihkan kliennya.

"Ya bagi kami selaku penasihat hukum, itu perlu. Tapi, kami sampaikan dulu ke dia. Kalau memang bersedia, nanti kami ajukan," katanya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel