Kekayaan Indonesia Tembus Rp 103,32 Triliun

Liputan6.com, Jakarta : Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DKJN) berhasil menghimpun total kekayaan Indonesia yang sudah diutilisasi hingga akhir Desember 2012 mencapai Rp 103,32 triliun. Raihan itu naik dari target sebesar Rp 102,56 triliun.

"Untuk tahun lalu, utilisasi kekayaan negara menyentuh angka Rp 103,32 triliun atau naik dari estimasi sebelumnya," ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Kekayaan Negara, Hadiyanto dalam acara Refleksi Kinerja DKJN 2012 di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (18/1/2013).

Utilisasi merupakan indikator untuk melaksanakan optimalisasi pengelolaan kekayaan negara dalam rangka pengelolaan APBN yang efektif, efisien dan optimal.

"Utilisasi kekayaan negara dilakukan melalui pemanfaatan, penetapan status penggunaan, tukar menukar dan penyertaan modal negara yang berasal dari Barang Milik Negara (BMN)," kata dia.

Sementara pengelolaan BMN sejak 2005-semester I 2012 terus merangkak naik hingga 626,02% dari Rp 237,78 triliun menjadi Rp 1.726 triliun. Peningkatan signifikan tersebut, lanjut Hadiyanto, terjadi karena adanya penilaian kembali atas aset-aset yang diperoleh sampai dengan akhir Desember 2004 dalam rangka penertiban BMN yang telah dikoreksi oleh Kementerian/Lembaga.

"Kementerian/Lembaga sebesar Rp 446,59 triliun serta peningkatan belanja modal untuk pengadaan baru. Dan aset tetap sebesar Rp 1.619 triliun atau melonjak 93,79%," ujar dia.

Di samping itu, hasil pengelolaan aset (HPA) EKS BPPN, PPA dan BDL sepanjang tahun lalu terealisasi Rp 1,14 triliun dari estimasi Rp 700 miliar.

Kekayaan negara yang berasal dari penyertaan modal negara (PMN) untuk BUMN tahun buku 2012 senilai Rp 7,6 triliun, kepada badan usaha lain Rp 380,2 miliar serta Rp 7,70 triliun bersumber dari PMN BYPDS. Total aset negara yang dibukukan dalam BUMN  mencapai Rp 584,5 triliun.

"Untuk pokok lelang (PL) periode tahun lalu, PL I Rp 5,1 triliun, PL II Rp 4,1 triliun dengan frekuensi lelang 38.392 kali. Sedangkan dari 3 kali lelang barang-barang gratifikasi diperoleh Rp 334 juta," jelas Hadiyanto.

Berdasarkan inventarisasi dan penilaian  terhadap aset tetap, dia mengaku, sudah terselesaikan 867 satker dari proyeksi 884 atau tercapai 98,08%. (Fik/Ndw)