Kekayaan Miliuner Jepang Susut Sepertiga Akibat Anjloknya Nilai Tukar Yen

Merdeka.com - Merdeka.com - Nilai tukar mata uang yen Jepang terhadap dolar AS (USD) pada April 2022 jatuh ke level terendah dalam hampir 20 tahun terakhir. Penurunan nilai tukar ini terjadi seiring melonjaknya harga energi dan komoditas, dan diperparah dengan perang Rusia-Ukraina. Kondisi ini pun menghantam harapan pemulihan ekonomi Jepang.

Penurunan tajam nilai tukar yen ini meluas ke pasar saham, dengan indeks saham acuan Nikkei 225 turun 12 persen pada periode yang sama. Akibatnya, nilai kekayaan bersih kolektif dari 50 orang terkaya Jepang menyusut hampir sepertiga menjadi USD 170 miliar atau Rp2,46 kuadriliun.

Secara keseluruhan, nilai kekayaan 38 miliuner Jepang dalam daftar tersebut turun dari tahun lalu, dengan hanya tiga yang naik sedikit. Demikian mengutip Forbes.

Miliuner industri pakaian Jepang Fast Retailing, Tadashi Yanai yang merupakan orang terkaya kedua di negara itu tahun lalu, merebut kembali gelar orang terkaya meskipun nilai kekayaannya turun 44 persen menjadi USD 23,6 miliar (Rp341,6 triliun).

Perlambatan penjualan di pasar domestik Jepang, serta di China, berdampak pada saham Fast Retailing miliknya, yang merupakan perusahaan induk dari Uniqlo.

Kemudian Takemitsu Takizaki, pendiri pembuat sensor Keyence naik ke posisi nomor 2 pertama kalinya di daftar miliuner Jepang terkaya, dengan kekayaan bersih USD 21,6 miliar (Rp312,6 triliun), meskipun nilai kekayaannya juga turun USD 4,2 miliar dari tahun lalu.

Pendiri dan CEO SoftBank Group Masayoshi Son, juga mendapat pukulan terbesar baik dalam dolar maupun persentase. Kekayaan bersihnya turun lebih dari setengah menjadi USD 21,1 miliar (Rp305,4 triliun) dan dia turun ke posisi ketiga dalam daftar miliarder terkaya di Negeri Sakura.

Di tengah melesunya teknologi global, dua Vision Funds SoftBank melaporkan rekor kerugian hingga USD 27 miliar untuk tahun yang berakhir Maret 2022.

Selain Masayoshi Son, belasan miliarder Jepang lainnya juga mengalami penurunan nilai kekayaan mereka hingga lebih dari USD 1 miliar atau Rp14,4 triliun.

Miliuner Baru

Meski terjadi turbulensi tahun ini, Jepang juga berhasil mencetak enam miliuner baru.

Mereka di antaranya adalah pendiri Amvis Holdings, perusahaan yang menyediakan perawatan rumah sakit yang didirikan oleh seorang

Kemudian ada keluarga Sekiya, yang perusahaannya Disco membuat peralatan pemrosesan semikonduktor; Pendiri merek kecantikan Jepang DHC, yakni Yoshiaki Yoshida, yang memulai usaha kosmetiknya pada tahun 1980 menggunakan buah zaitun organik.

Adapun Hachiro Honjo, ketua Ito En, yang merupakan perusahaan pembuat teh kaleng dan botol. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel