Kekerasan dan Pelecehan Seksual Kerap Dialami Pekerja Disabilitas

Merdeka.com - Merdeka.com - Kekerasan dan pelecehan seksual dalam dunia kerja banyak terjadi pada kalangan minoritas. Salah satunya penyandang disabilitas.

"Orang-orang disabilitas di dunia kerja perlu memiliki perlindungan yang komprehensif dalam kekerasan dan pelecehan seksual. Oleh karena itu Konvensi ILO 190 memperluas ruang lingkup perlindungan dengan berkembangnya lingkungan dunia kerja di masa sekarang," kata Head of Advocacy Division Yapesdi, Kynan Reihan, dalam Media Gathering, Konvensi ILO 190, Jumat (22/7).

Dia menilai bahwa diskriminasi yang terjadi kepada para pekerja disabilitas sering terjadi di dunia kerja, mulai dari proses lamaran kerja, kurangnya akomodasi dan perlindungan, tidak ramahnya gedung atau kantor untuk para disabilitas,

"Kurangnya akomodasi itu menyebabkan penyandang disabilitas bekerja di sektor informal, sukarelawan. Mereka itu membutuhkan perlindungan dari kekerasan dan pelecehan seksual. Mereka juga masih kurang memiliki kesempatan bekerja di kantor-kantor tidak ramah disabilitas," terang Kynan.

Menurut data Penelitian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Indonesia pada akhir 2016 menunjukkan hanya 51,2 persen penyandang disabilitas berpartisipasi dalam pasar kerja, dibandingkan non-disabilitas yang mencapai 70,40 persen.

Kekerasan dan Pelecehan Virtual

pelecehan virtual rev1
pelecehan virtual rev1.jpg

Konvensi ILO 190 mempertimbangkan fakta bahwa kerja saat ini sering sekali dilakukan tidak di tempat kerja fisik. Sehingga konvensi ini juga mencakup komunikasi yang berhubungan dengan kerja termasuk yang mungkin terjadi melalui teknologi.

Kynan menerangkan serangkaian perilaku dan praktik yang tidak dapat diterima yang bertujuan, mengakibatkan, atau mungkin menimbulkan cedera secara fisik, psikologis, seksual, dan ekonomi bisa terjadi bahkan melalui media online.

"Jadi perkembangan yang ada saat ini untuk melindungi orang yang di dunia kerja, salah satunya disabilitas untuk dari pelecehan dan kekerasan yang terjadi. Ancaman kekerasan dan juga pelecehan ini juga sering terjadi secara online," ujar Kynan.

Sebagai informasi, Konvensi ILO 190 merupakan definisi internasional pertama tentang kekerasan dan pelecehan di dunia kerja, termasuk di dalamnya adalah kekerasan dan pelecehan berbasis gender.

Konvensi ini melindungi semua pekerja termasuk pekerja yang selama ini diinformalkan seperti pekerja rumah tangga, pekerja magang dan sebagainya. Serta memastikan tempat kerja yang lebih aman dan lebih produktif dengan melindungi kelompok yang paling rentan.

Reporter: Siti Ayu Rachma [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel