Kekhawatiran Tingginya Penurunan Jumlah Peserta KB Picu Baby Boom

Liputan6.com, Jakarta - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur mengkhawatirkan ada baby boom yaitu kelahiran dalam jumlah besar dan peningkatan angka kehamilan selama masa pandemi COVID-19. Hal ini seiring ada penurunan jumlah peserta keluarga berencana (KB) di wilayah setempat selama masa pandemi COVID-19.

"Dari data BKKBN Jatim Pasangan Usia Subur (PUS) untuk bulan April 2020 berjumlah 7.849.073 orang," ujar Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Jatim Sukaryo Teguh Santoso di Surabaya, Kamis, 14 Mei 2020, seperti dikutip dari Antara.

Sementara pada Februari 2020 jumlah PUS yang drop out KB atau putus KB sebanyak 1,34 persen, kemudian pada Maret meningkat menjadi 4,6 persen dan April 7,07 persen.

"Ada indikasi kenaikan drop out KB disebabkan karena orang mau datang ke faskes (fasilitas kesehatan) khawatir terpapar COVID-19 sehingga mereka tidak pergi dan berdiam diri di rumah. Perlu adanya antisipasi agar drop out itu tidak meningkatkan kehamilan yang tidak diinginkan (unwanted pregnancy)," ujar Teguh.

Teguh mengungkapkan, drop out peserta KB paling tinggi terjadi di Kabupaten Sampang yakni sebesar 19,95 persen, diikuti dengan Kota Mojokerto 17,36 persen dan Kabupaten Sumenep 16,31 persen. Sedangkan yang terendah di Kota Malang sebesar 2,98 persen.

Di Surabaya Raya yakni Kota Surabaya jumlah drop out peserta KB sebesar 6,58 persen, Kabupaten Gresik 10,3 persen, dan Kabupaten Sidoarjo sebesar 6,5 persen.

"Perlu diwaspadai di masa pandemik COVID-19, mulai dari penerapan kebijakan pemerintah pusat dan daerah, yaitu ada peningkatan angka kehamilan dan dikhawatirkan ada Baby Boom yakni kelahiran dalam jumlah besar, dan itu pernah terjadi pada tahun 1960an," ucapnya.

Dia berpesan di masa pandemik ini, jangan sampai terjadi kehamilan tidak diinginkan. Sebab ibu yang hamil muda daya tahan tubuh lemah sehingga rentan terinfeksi.

"Kondisi itu bisa terserang virus corona yang bisa mempengaruhi janin dalam kandungan, dan asupan gizi kurang bisa mendorong fenomena stunting," tutur dia.

BKKBN Pastikan Pelayanan KB Berjalan Baik

BKKBN berharap selama pandemi selain negatif COVID-19 masyarakat juga akan negatif dalam kehamilan.Sekretaris perwakilan BKKBN Jatim, Shodiqin menjelaskan, pihaknya dalam situasi COVID-19 tetap bekerja seperti biasa. Termasuk memastikan pasokan alat KB dan pelayanan KB dapat dilakukan dengan baik.

"BKKBN Jatim tetap buka bekerja, tapi disesuaikan dengan peraturan. Yang hadir setiap hari yakni bapak kepala perwakilan (kaper), satu kepala bidang, satu staf, tenaga keamanan dan sopir. BKKBN masih terus beroperasional, dan melakukan konsolidasi dengan kabupaten dan kota melalui virtual meeting," ujar dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini