Kekuatan kunci Liverpool sang juara liga

Oleh Martyn Herman

LONDON (Reuters) - Liverpool pada Kamis dinobatkan sebagai juara Inggris untuk pertama kalinya dalam 30 tahun terakhir dengan masih menyisakan tujuh pertandingan lagi, setelah mengubah perburuan gelar Liga Premier menjadi prosesi juara.

Mereka sudah memecahkan segala macam rekor dan banyak lagi rekor bakal tercipta, termasuk kemenangan terbanyak, poin terbanyak dan margin kemenangan terbesar. Ini akan dikenang selamanya, namun apa sajakah yang membuat tim asuhan Juergen Klopp ini begitu kuat?


INTI BAJA

Semua tim yang benar-benar hebat dibangun di atas fondasi yang tidak tergoyahkan dan tidak terkecuali Liverpool.

Ketika Manchester City mengeluarkan 35 juta pound untuk mendapatkan kiper Ederson pada 2017, transfer itu membuat mata tercengang tetapi setahun kemudian Liverpool membayar hampir dua kali lipat dari jumlah itu untuk membeli penjaga gawang Brasil lainnya, Alisson Becker. Ternyata itu langkah cemerlang.

Alisson menciptakan 21 clean sheet (tak kebobolan) sepanjang musim lalu saat Liverpool dan Manchester City saling berhadapan dalam perburuan gelar yang epik, lebih banyak dari kiper-kiper lainnya. Dia kembali memimpin dalam urusan itu dengan kini 12 kali meskipun cedera pada awal musim.

Alisson memancarkan ketenangan, menyalurkan bola seperti libero dan membuat penampilan yang sulit tertaklukkan menjadi sangat rutin.

Di depannya, bek tengah asal Belanda Virgil van Dijk telah menjadi raksasa sejak bergabung dari Southampton pada 2018. Jarang ada rekrutan baru berposisi bertahan yang mampu menciptakan dampak seluar biasa dia.

Kemampuan Van Dijk dalam melepaskan umpan membuat Liverpool dengan sekejap mata bisa membalikkan pertahanan menjadi serangan. Dan ketika sudah menyangkut basis pertahanan, dia melakukan segalanya dengan rahmat yang langka.

Di depan Van Dijk ada blok mesin Liverpool. Jordan Henderson, Georginio Wijnaldum dan Fabinho, dengan James Milner sebagai cadangan yang andal, memberikan intensitas tiada henti yang membuat tim-tim lawan menjadi begitu tercekik.

Tanpa mereka bekerja serempak, para maestro serangan Liverpool tidak bisa berkembang.


BERIMPROVISASI

Ketika Philippe Coutinho yang lincah hengkang ke Barcelona pada 2018, beberapa kalangan mengkhawatirkan percikan kreatif Liverpool bakal memudar. Sebaliknya mereka malah berkembang. Tim pada masa awal Klopp di Liverpool sering kali kesulitan menghadapi "blok rendah" ketika lawan-lawan yang lebih lemah total bertahan dan membiarkan Liverpool gencar melewati mereka.

Kemudian sesuatu terjadi. Produk muda Trent Alexander-Arnold memantapkan dirinya sebagai bek kanan pilihan pertama dan bek kiri Andy Robertson bergabung dari Hull dengan bayaran 8 juta poundsterling.

Beroperasi bagaikan torak yang diminyaki dengan baik di setiap sisinya, mereka bisa dibilang duet fullback terbaik di dunia, dengan memberikan kecepatan, penetrasi, dan kreativitas dalam membuka barisan belakang lawan yang paling rapat sekalipun.

Alexander-Arnold berada pada urutan kedua hanya di belakang si penyulap Manchester City Kevin de Bruyne dalam daftar pencipta assist terbanyak musim ini dengan 12 assist, sementara Robertson menempati urutan keempat dalam daftar itu dengan delapan assist.


TRISULA SERANGAN

Pada diri Mohamed Salah, Sadio Mane dan Roberto Firmino Liverpool terdapat trio penyerang yang hampir mustahil untuk dibendung.

Selain kecepatannya yang menyengat dan kecakapan dalam melakukan penyelesaian yang mematikan, Salah dan Mane adalah impian para gelandang berkat gerakan cerdas mereka.

Salah dan Mane total sudah mengantongi 32 gol musim ini sedangkan Firmino yang menempati posisi nomor sembilan era modern Klopp adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang tak henti bergerak dengan tujuan.


KAPTEN HENDERSON YANG FANTASTIS

Klopp telah menanamkan rasa tanggung jawab kolektif di Liverpool - karakteristik yang dimiliki semua tim hebat. Tapi kapten Jordan Henderson adalah jimat mereka.

Butuh waktu lama baginya untuk keluar dari bayang-bayang Steven Gerrard yang secara alami lebih berbakat. Bahkan sekarang situs web analisis sepak bola transfermarkt.co.uk menempatkan pemain berusia 30 tahun itu dalam urutan ke-13 dalam nilai pasar skuad Liverpool.

Tetapi kontribusinya sangat berharga. Jangakaun umpan Henderson telah merentang luas, energinya tak kenal lelah dan yang terpenting, dia tidak akan mentolerir penurunan standar dari rekan-rekan satu timnya. Henderson menghindari sorotan tetapi tidak ada kapten yang lebih layak mengangkat trofi Liga Premier selain dia.


(Laporan Martyn Herman; Disunting oleh Christian Radnedge/Pritha Sarkar)