Kekuatan Magis Selendang Keramat Milik Jenderal Baret Biru TNI

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kasih sayang seorang ibu sudah tentu tak akan bisa terganti oleh apa pun juga di dunia ini. Setiap orang tentu punya cara tersendiri untuk membahagiakan sosok wanita berjasa besar mengandung, melahirkan, hingga membesarkan. Tak terkecuali bagi sosok Letjen TNI (Purn.) Dodik Wijanarko.

Februari 2021 merupakan bulan terakhir bagi Dodik mengabdikan diri kepada bangsa dan negara, sebagai seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat ini baru saja mengakhiri masa baktinya, setelah menduduki posisi pamungkas sebagai Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Danpuspomad).

Jebolan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI), sekarang Akademi Militer (Akmil), tahun 1985, dikenal sebagai sosok yang jujur dan tegas. Sikap itu lah yang mungkin senantiasa dijaga Dodik, yang ditanamkan oleh orang tuanya terutama sang bunda.

Sebagai anggota Corps Polisi Militer (CPM), Dodik mencatatkan namanya sebagai Danpuspomad pertama yang berpangkat bintang tiga, atau Letnan Jenderal (Letjen) TNI.

Di balik kesuksesannya, pria kelahiran Kediri 3 Januari 1963 ini ternyata tak pernah lupa dengan ibunya. Indrawati, wanita yang berjasa besar mengandung, melahirkan, hingga membesarkan mantan Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI ini.

Dikutip VIVA Militer dari akun Youtube resmi TNI Angkatan Darat, ada kisah unik namun penuh makna yang datang dari sosok Dodik. Ternyata sepanjang 35 tahun kariernya, Dodik senantiasa membawa selendang batik peninggalan almarhumah ibunya.

Dodik mengisahkan, selendang itu selalu ada bersamanya di mana pun ia bertugas. Aneh bin ajaib, selendang itu disebut Dodik bisa menyembuhkan sakit kepala atau pusing. Lantas, bagaimana caranya?

"Jadi gini pak, saya itu kalau tugas kemana saja saya tugas mesti bawa selendang. Dulu selendang itu selendang ibu saya. Jadi kalau saya lagi pusing, saya ikat lah kepala saya. Nanti lima menit 10 menit saya buka, pusingnya sembuh," ujar Dodik.

Keanehan selendang peninggalan ibu Dodik sempat membuat sang istri, Laili Horriyah, tak percaya. Sebab tidak masuk akal sehelai selendang bisa menyembuhkan penyakit. Namun demikian, Laili meyakini bahwa bukan selendang itu yang punya kekuatan. Melainkan doa ibu Dodik yang senantiasa menaungi.

"Saya sampai, 'ini logiknya di mana ya pak?' saya bilang gitu. Ya tapi sembuh gitu. Mungkin itu mengandung doa, mengandung restu dari ibu," kata Laili.

"Mungkin sebenarnya yang bekerja bukan kain batiknya. Tetapi pada saat ibu Indrawati namanya, ibu Indrawati menyerahkan itu ke Mas Dodik sambil didoakan. Itu lah mungkin yang membawa keberkahan dan berhasil gitu," ucapnya.