Kekuatan Super Lab Covid-19 di DKI Jakarta

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperbanyak tes virus corona Covid-19 melalui Polymerase Chain Reaction (PCR). Salah satunya melakukan tes dengan cara berkeliling.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta dr Widyastuti mengatakan, sampai saat ini kapasitas harian pemeriksaan spesimen di DKI Jakarta sejumlah 16.711 spesimen PCR test yang dilakukan oleh 58 laboratorium. Proses meningkatkan kapasitas laboratorium program sampai dengan 10.000 tes/hari.

Untuk melakukan tes Covid-19 keliling, Dinas Kesehatan dan Laboratorium DKI menerjunkan fasilitas laboratorium mobil, mobile lab. Laboratorium ini memiliki kapasitas tes Covid-19 melalui PCR sebanyak 300 sampel per harinya.

Dari segi kegunaan, mobile lab ini tidak berbeda jauh dengan lab tes Covid-19 yang ada. Mulai dari proses mix PCR, dan ekstraksi sampel yang di ruangannya pun sudah negative pressure.

"Mulai segera beroperasi 3 unit mobile laboratorium tambahan di awal November 2020," kata dr Widya.

Selanjutnya, instrumen penunjang yang lain juga terus disiapkan. Seperti pembangunan Laboratorium BSL-2 di Labkesda dan beberapa rumah sakit umum daerah. Kemudian pengembangan kerja sama pemeriksaan dengan dukungan BNPB yang akan memperkuat pemeriksaan rutin untuk tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 dan pengembangan kerjasama pemeriksaan dengan dukungan Kementerian.

Gencarnya pemeriksaan spesimen COVID-19 yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta didukung 54 laboratorium jejaring. Laboratorium tersebut hasil kolaborasi dari rumah sakit BUMN hingga swasta.

"Ya, bersyukur sekali, saat ini kami sudah mempunyai 54 laboratorium jejaring yang bisa mendeteksi COVID-19," tutur Widya.

Kapasitas pemeriksaan di atas tidak mungkin hanya dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saja. Perlu ada kolaborasi bersama. Namun Widya mengaku, warga saat ini sudah menunjukkan kemandirian melalui pemeriksaan ke rumah sakit swasta dan BUMN

"Ada 10.000 spesimen COVID-19 lebih sehari pemeriksaan dan 50 persen atau 44, 9 persen adalah (pemeriksaan) gratis oleh pemerintah. Lalu 51 persen dari swasta. Di sini, kami mendorong kemandirian warga DKI," imbuh Widya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: