Kekurangan Gizi pada Anak, Ketahui Penyebab, Ciri, dan Cara Mencegahnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Anak kekurangan gizi pasti akan membuat semua orang tua khawatir. Malnutrisi atau kekurangan gizi yaitu keadaan di mana terjadi kekurangan energi, protein, serta nutrien lain yang bisa menimbulkan efek samping pada komposisi serta fungsi tubuh, bahkan bisa menyebabkan timbul keadaan klinis pada anak.

Kekurangan gizi pada anak tentunya bisa menyebabkan beragam dampak negatif bagi kesehatan. Salah satu dampak jangka pendek kekurangan gizi pada anak yaitu penurunan daya tahan tubuh di mana bisa membuat rentan terserang penyakit.

Selain dampak kekurangan gizi dari jangka pendek, terdapat pula dampak jangka panjang kekurangan gizi, yaitu akan mengalami gangguan tumbuh kembang, kognitif, tubuh pendek, turunnya produktivitas di sekolah atau bahkan saat kerja ketika sudah dewasa, rentan mengalami obesitas, serta berbagai risiko penyakit degeneratif ketika sudah menginjak dewasa.

Maka dari itu, untuk mengulas lebih dalam lagi mengenai kekurangan gizi, baik dari sisi faktor penyebab, ciri, hingga cara mengatasinya, berikut ini Liputan6.com telah merangkumnya dari berbagai sumber, Kamis (18/2/2021).

Penyebab Anak Kekurangan Gizi

Ilustrasi Pola Makan Anak Credit: pexels.com/Alex
Ilustrasi Pola Makan Anak Credit: pexels.com/Alex

Sebenarnya ada beberapa penyebab anak kekurangan gizi. Namun, penyebab anak kekurangan gizi ini bisa berasal dari faktor dalam atau luar.

Penyebab anak kekurangan gizi dari faktor dalam dapat berupa gangguan ketika anak di dalam kandungan. Yaitu ketika berat badan anak saat lahir rendah, prematur, kurang gizi pada ibu hamil, serta ada kelainan bawaan sejak lahir.

Kemudian, penyebab anak kekurangan gizi dari faktor luar karena asupan yang kurang, kondisi sosial-ekonomi lemah, pengetahuan orang tua yang kurang, sering sakit karena belum atau bahkan tidak diimunisasi, kebersihan serta sanitasi yang buruk, maupun paparan terhadap sumber infeksi dan polusi.

Ciri-Ciri Anak Kekurangan Gizi

Ilustrasi ayah dan anak. (Photo by Jonas Kakaroto on Unsplash)
Ilustrasi ayah dan anak. (Photo by Jonas Kakaroto on Unsplash)

Apabila anak kekurangan gizi, maka harus ditangani dengan cepat dan tepat. Maka dari itu, sebagai orang tua hendaknya mengetahui apa saja ciri-ciri anak kekurangan gizi. Berikut ini penjelasannya.

1. Gampang Sakit

Ciri anak kekurangan gizi yaitu jadi lebih rentan terserang penyakit, seperti batuk maupun pilek. Pasalnya, ketika anak kekurangan gizi, maka menyebabkan daya tahan tubuhnya kurang baik. Maka dari itu, agar anak tidak mudah sakit, ada baiknya orang tua untuk selalu memenuhi kebutuhan gizi hariannya.

2. Gigi Berlubang

Kemudian, anak kekurangan gizi juga rentan mengalami gigi berlubang. Pasalnya, kesehatan tulang serta gigi sangat dipengaruhi adanya kecukupan kalsium serta vitamin yang larut lemak.

3. Rambut atau Kulit Mengering

Ketika anak kekurangan gizi, maka vitamin A, D, E, dan K yang seharusnya menutrisi rambut dan kulit akan berkurang. Hal ini tentunya bisa menyebabkan rambut dan kulit semakin kering. Itulah mengapa, pastikan tidak lupa menambahkan asupan vitamin maupun mineral pada makanan anak sehari-hari.

4. Telat Bicara

Ternyata, ciri anak kekurangan gizi erat kaitannya dengan telat bicara. Ciri anak kekurangan gizi ini diakibatkan karena kurangnya vitamin B12. Maka dari itu, untuk menghindari hal ini, ada baiknya untuk memberi anak makanan tinggi vitamin B12, seperti daging sapi, ayam, ikan, produk susu, serta telur.

5. Anak Hiperaktif

Anak kekurangan gizi juga berisiko jadi hiperaktif. Sebab anak yang hiperaktif memiliki sistem pencernaan yang kurang baik, sehingga bisa jadi penyebab anak kekurangan gizi. Berikan jenis makanan yang baik untuk pencernaan, seperti pepaya, bayam, atau yogurt untuk membantu kelancaran pencernaannya.

Cara Mencegah Anak Kekurangan Gizi

Sumber: Freepik
Sumber: Freepik

Ada beberapa cara untuk mencegah anak kekurangan gizi antara lain:

1. Rutin Kontrol

Selain itu, untuk mencegah anak kekurangan gizi, orang tua hendaknya rajin membawa anak untuk memeriksakan penambahan berat serta tinggi badan tiap bulan. Khususnya jika anak masih berusia 2 tahun ke bawah, yang notabene anak masih ada dalam masa emas tumbuh kembangnya.

2. Suplemen

Apabila anak usia 6 bulan ke atas, maka sangat rentan mengalami anemia defisiensi besi. Maka dari itu, orang tua ada baiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai pemberian suplemen besi atau nutrien lainnya.

3. Perhatikan Jenis Makanan

Untuk mencegah anak kekurangan gizi, pastika untuk memberi jenis makanan yang tepat. Usahakan jika jenis makanan bergizi lengkap dan seimbang. Memberi makanan pada anak ada baiknya disesuaikan dengan usia serta kebutuhan gizinya. Sebab, jika beda usia, beda juga jumlah, jenis, serta tekstur makanan yang diberikan.

4. Hindari Junk Food atau Minuman Manis

Kemudian, cara mencegah anak kekurangan gizi dengan menghindari junk food serta minuman manis terlalu banyak. Sebab, asupan tersebut tidak punya gizi yang optimal untuk tumbuh kembangnya. Bahkan pemberian makanan tersebut membuat anak jadi kenyang dan tidak dapat mengonsumsi makanan dengan gizi yang cukup.

Itu tadi tanda-tanda anak kekurangan gizi yang perlu orang tua ketahui. Jika memang anak kekurangan gizi, segera konsultasi dengan dokter gizi.