Kelangkaan Pupuk Bersubsidi Dipertanyakan

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Ketua Presidium Persatuan Perangkat Desa
(Parade) Nusantara Parade Sudir Santoso mengungkap rencana  menggelar aksi besar-besaran di depan Kantor Kementan. Hal ini dilakukan terkait kelangkaan pupuk bersubsidi yang terjadi.

“Masalah pupuk ini sebetulnya masalah klasik. Hampir setiap tahun ada saja kelangkaan. Ini tidak bisa dibiarkan, kami sudah geram  dengan persoalan yang kerap membuat panen gagal. Presiden harus turun tangan jika tidak, kami yang akan turun,” kata Sudir kepada wartawan di Jakarta, kemarin, (25/9/2012) kemarin.

Carut marut persoalan pupuk di tingkat pusat, imbuhnya, berimbas besar kepada para petani di daerah dan desa-desa. Ini seakan menjadi bukti ketidakmampuan Menteri Pertanian dalam mengatur pengadaan hingga pendistribusian pupuk subsidi.

“Kalau menterinya sudah bekerja dengan benar,  pasti ditingkat bawahnya yang saya duga kuat ‘memainkan’ pupuk ini. Jelas, ini harus ditindak tidak bisa terus dibiarkan. Bila perlu rombak saja," tegasnya. 

Pemerintah diharapkan bisa menyelesaikan persoalan ini dengan cepat. Apalagi pemerintah pusat bisa menggunakan tiga kewenangannya. Regulasi, intervensi dan subsidi. Jika, tiga hal itu belum bisa memberikan kejelasan soal pupuk dan persolan masih saja terus terjadi, imbuh Sudir lagi, patut diduga pasti ada mafia pupuk didalamnya.

“Mafia pupuk lebih jahat dari terorisme. Karena akibat ulah mereka,  persoalan pangan jutaan rakyat Indonesia bisa terganggu. Jika pemerintah belum bisa menangani persoalan ini, kita akan gelar aksi besar-besaran. Dan dalam minggu ini kita sedang siapakan semuanya. Jujur saja, saya sudah putus asa dengan ulah mafia pupuk,” Sudir memastikan. 

Sebelumnya, dugaan adanya mafia pupuk dikementan ini, sempat diungkapkan oleh Koordinator Investigasi dan Advokasi FITRA, Uchok SkY Khadafi. Saat itu dijelaskan, praktek maifa pupuk bisa terjadi dikarenakan adanya kerjasama ilegal antara pengusaha hitam dan oknum pejabat di dalamnya.

Berita Terkait: Pemilihan Gubernur DKI
  • Rekapitulasi Penghitungan Suara Kabupaten Kota Dimulai
  • Pengunduran Diri Jokowi Tunggu Putusan KPU DKI
  • Fauzi Bowo-Nachrowi Raih 22.294 Suara di Menteng
  • Golput Berjaya di Kramat Jati Jakarta Timur
  • Intervensi Parpol Bisa Ancam Kinerja Jokowi-Ahok
  • PKS Yakin Suara di Pilkada DKI Tak Bocor ke Jokowi-Ahok
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.