Kelaparan Makan Serangga, Kapolda Baru hingga Ban Serep

·Bacaan 3 menit

VIVA – Berita terpopuler kanal News di VIVA sepanjang hari pada Kamis, 26 Agustus 2021 diwarnai dengan sejumlah berita penting dan juga menarik. Berita soal kekeringan di Madagaskar hingga orang-orang makan serangga termasuk yang paling banyak dibaca. Selain itu ada juga berita soal Kapolda Sumsel yang baru yakni Irjen Toni Harmanto yang pernah menangkap John Kei.

Jangan ketinggalan, langsung berita yang bertabur pembaca dalam Round Up berikut ini.

1. Kekeringan, Ribuan Warga Madagaskar yang Kelaparan Makan Serangga

Menurut laporan PBB, puluhan ribu orang sudah menderita pada level bencana besar dari kelaparan dan ketahanan pangan di Madagaskar karena selama empat tahun negara itu tak pernah hujan.

Kekeringan yang terburuk selama empat dekade telah menghancurkan komunitas pertanian yang terisolasi di bagian selatan negara itu, membuat warganya harus mengais-ngais serangga untuk bertahan hidup.

"Ini adalah kondisi seperti-kelaparan, dan itu terjadi karena perubahan iklim, bukan konflik," kata Shelley Thakral dari Program Pangan Dunia PBB, World Food Programme (WFP). Baca berita lengkapnya di tautan ini.

2. Irjen Toni Harmanto, Kapolda Sumsel yang Pernah Tangkap John Kei

Belasan jenderal polisi dimutasi. Salah satunya Kapolda Sumatera Selatan. Pencopotan Irjen Eko Indra Heri disinyalir terkait hebohnya sumbangan Rp2 triliun dari Akidi Tio yang ternyata hoax. Mutasi para jenderal polisi itu tertuang dalam Surat Telegram Nomor: ST/1701/VII/KEP/2021 tertanggal 25 Agustus 2021, yang ditandatangani oleh Asisten Kapolri Bidang SDM Polri Irjen Wahyu Widada.

Adalah Inspektur Jenderal Toni Harmanto yang menggantikan Irjen Eko sebagai Kapolda Sumatera Selatan. Eko mendapat tugas baru menjadi Koorsahli Kapolri. Sementara Toni sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Sumatera Barat. Baca berita lengkap di sini.

3. Daftar 15 Jenderal Polisi yang Digeser Kapolri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memutasi besar-besaran terhadap puluhan perwira dari perwira tinggi atau pati hingga perwira menengah atau pamen. Tercatat ada 15 jenderal yang dipindah untuk menempati jabatan barunya, salah satunya Irjen Eko Indra Heri, Kapolda Sumatera Selatan.

Nama Irjen Eko Heri jadi sorotan publik setelah ramainya sumbangan Rp2 triliun dari keluarga Akidi Tio. Belakangan diketahui sumbangan tersebut hoax karena tidak ada sampai sekarang.

Dikutip VIVA, Mutasi Irjen Eko tertuang dalam Surat Telegram Nomor: ST/1701/VII/KEP/2021 tertanggal 25 Agustus 2021, yang ditandatangani oleh Asisten Kapolri Bidang SDM Polri Irjen Wahyu Widada. Berita lanjutannya klik tautan ini.

4. Senasib, Dua Artis Wakil Bupati Ini Cuma Ban Serep

Pengakuan mengejutkan datang dari Hengky Kurniawan. Artis yang kini menjabat Plt Bupati Bandung Barat mengaku tak pernah dilibatkan dalam perencanaan maupun pembahasan anggaran di Kabupaten Bandung Barat. Sebagai wakil bupati, Hengky lebih sering mewakili sang bupati dalam acara kedinasan yang tak bisa dihadiri bupati.

Hengky Kurniawan menjabat Wakil Bupati Barat periode 2018-2021, mendampingi Bupati Aa Umbara, politikus Nasdem yang juga pernah menjadi kader PDI Perjuangan. Aa Umbara kini menjadi pesakitan karena terjerat kasus korupsi pengadaan bansos COVID-19. Otomatis, Hengky Kurniawan menjabat plt. Bupati Bandung Barat untuk periode 2021-2023.

Dalam kesaksiannya di Pengadilan Negeri Bandung, Kota Bandung, Hengky mengaku tidak pernah dilibatkan apa pun soal penanganan COVID-19 oleh Bupati Bandung Barat nonaktif Aa Umbara, yang kini menjadi terdakwa korupsi pengadaan bansos COVID-19. Untuk tahu lengkapnya ada di link berikut.

5. Viral Pemalak Diduga Anggota Ormas Tagih Uang Keamanan di Kembangan

Aksi pemalakan dengan modus uang keamanan kembali terjadi di sebuah proyek kawasan Kembangan Jakarta Barat. Kejadian pemalakan tersebut terekam CCTV dan viral di media sosial.

Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Ferdo, membenarkan adanya kasus tersebut dan sudah viral di media sosial. Polisi kemudian menyelidiki aksi pemalakan di kawasan Joglo, Kembangan dan berhasil menemui salah satu korban pemalakan. Diduga pelaku pemalakan merupakan anggota ormas.

"Kalau dari keterangan korban dia diduga ormas," ujar Ferdi dikonfirmasi pada Kamis 26 Agustus 2021. Sementara hingga kini tidak diketahui apakah pelaku melakukan aksinya seorang diri atau berkelompok. Jangan ketinggalan klik di sini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel