Kelas Menengah Indonesia Akan Melonjak 250 Persen

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Merdeka.com
    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    MERDEKA.COM. PT. Wijaya Karya (Wika) Tbk tengah bersiap mengerjakan proyek pembangunan hotel berbintang di kawasan Masjidil Haram, Arab Saudi.Wika menjadi sub kontraktor dari kontraktor besar Timur Tengah, Bin Ladin Group yang merupakan keluarga pendiri Al-Qaidah. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

TEMPO.CO, Jakarta-Direktur Retail Banking PT Bank ANZ Indonesia Anthony Suwandy memaparkan tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia bakal tumbuh pesat selama delapan tahun ke depan. Diperkirakan, masyarakat dengan pengeluaran rumah tangga di atas Rp 5 juta per bulan bakal bertambah hingga 250 persen.

"Jumlah populasi segmen ini yang sekarang 9,1 juta, bisa mencapai 23,4 juta jiwa di 2020 nanti," ujar Anthony , Rabu, 29 Mei 2013. Secara spesifik, untuk kaum elite atau yang pengeluarannya diatas Rp 7,5 juta per bulan juga naik dari 2,5 juta jiwa menjadi 6,9 juta jiwa.

Ia memaparkan, data tersebut diambil dari hasil analisis Boston Consulting Group pada Maret 2013 lalu. Tidak hanya kaum elite, populasi kelas menengah atas dengan asumsi pengeluaran diatas Rp 3 juta per bulan juga melonjak dari 23,2 juta jiwa menjadi 49,3 juta jiwa.

Secara keseluruhan populasi kelas menengah hingga kaum elite pada 2020 mencapai 141 juta, jauh lebih tinggi ketimbang posisi saat ini yang sebanyak 74 juta.

Menurut Anthony, fenomena ini sudah disadari oleh perbankan Indonesia sehingga saat ini banyak bank berlomba-lomba menghadirkan layanan priority banking untuk para nasabahnya. ANZ misalnya, mencatat pertumbuhan nasabah kelas affluent  ini meningkat enam kali lipat selama empat  tahun terakhir,dari 2.000 nasabah per Mei 2009 menjadi 12.000 nasabah per April 2013.

"Total kelolaan dananya sekarang mencapai Rp 15 triliun," jelasnya. Ia memperkirakan, jumlah ini masih akan tumbuh hingga akhir tahun di kisaran 25 hingga 30 persen. Nasabah-nasabah tersebut rata-rata masih memilih deposito sebagai sarana investasi mereka, disusul oleh mutual fund, bank insurance, serta obligasi.

GUSTIDHA BUDIARTIE

Topik Terhangat:

Tarif Baru KRL | Kisruh Kartu Jakarta Sehat | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler