Kelebihan dan Kekurangan Kurikulum 2013, Kenali Tujuannya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Kelebihan dan kekurangan kurikulum 2013 penting dikenali untuk perkembangan pendidikan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kurikulum adalah perangkat mata pelajaran yang diajarkan pada lembaga pendidikan.

Hal ini tentunya sangat penting dalam membentuk karakter seseorang. Pasalnya, karakter seseorang sangat dipengaruhi oleh kualitas pendidikannya. Oleh karena itu, kurikulum harus dirancang dengan sebaik mungkin agar proses pembelajaran berjalan maksimal.

Kelebihan dan kekurangan kurikulum 2013 patut dikaji secara mendalam. Apalagi, hal ini berkaitan dengan bagaimana sebuah generasi akan berkembang nantinya. Pembelajaran dengan kurikulum yang tepat akan membentuk pribadi-pribadi yang cemerlang.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (18/11/2020) tentang kelebihan dan kekurangan kurikulum 2013.

Tujuan Kurikulum 2013

Ilustrasi siswa/siswi sekolah. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi siswa/siswi sekolah. (Foto: Istimewa)

Sebelum mengenali kelebihan dan kekurangan kurikulum 2013, kamu mungkin perlu mengetahui tujuannya terlebih dahulu. Tujuan Kurikulum 2013 yang diterapkan oleh Kemendikbud tertuang pada Permendikbud No. 69 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah) yang berbunyi:

“Tujuan Kurikulum 2013 adalah mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga Negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa,bernegara, dan peradaban dunia.”

Dalam tujuan kurikulum 2013, siswa dituntut untuk berpikir lebih kreatif, inovatif, cepat dan tanggap dan selain itu dalam kurikulum 2013 siswa dilatih untuk menumbuhkan keberanian dalam dirinya. Siswa akan dilatih kemampuan berlogika dalam memecahkan suatu permasalahan. Dalam kurikulum 2013 ini juga diberikan atau dimasukkan unsur-unsur kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara serta unsur keagamaan untuk membentuk siswa yang berkarakter.

Sesuai dengan tujuan Kurikulum 2013, Kurikulum ini mempunyai empat kompetensi inti yang berisi tujuan dari proses pembelajaran. Rumusan kompetensi inti tersebut tertuang pada Permendikbud No. 69 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah:

- Kompetensi inti sikap spiritual;

- Untuk kompetensi inti sikap sosial;

- Kompetensi inti pengetahuan;

- Kompetensi inti keterampilan

Kurikulum 2013 dikembangkan dari kurikulum 2006 (KTSP) yang dilandasi pemikiran tentang tantangan masa depan, persepsi masyarakat, perkembangan pengetahuan dan pedagogi, kompetensi masa depan, dan fenomena negatif yang mengemuka.

Kelebihan dan Kekurangan Kurikulum 2013

Kelebihan dan kekurangan kurikulum 2013 patut dikaji. Apalagi, hal ini sangat fundamental bagi pendidikan di Indonesia. Maka dari itu, kamu harus benar-benar mengerti kelebihan dan kekurangan kurikulum 2013 ini. Berikut beberapa kelebihan kurikulum 2013:

Menuntut Siswa Lebih Mandiri, Kreatif dan Inovatif

Dibandingkan dengan kurikulum yang lama, kurikulum 2013 melatih siswa untuk lebih mandiri, kreatif, dan inovatif. Siswa tak hanya mendapatkan informasi dan materi dari guru, melainkan juga dilatih untuk mencari informasi di luar kelas secara aktif.

Melalui konsep 5 M, siswa dididik untuk dapat mencari sendiri informasi, menemukan, menyampaikan pendapat di depan kelas, mengevaluasi, dan menarik kesimpulan secara aktif dan mandiri. Dengan begitu, kurikulum ini juga kembali mengajak anak-anak untuk membudayakan membaca, salah satu kebiasaan yang mulai menurun pada generasi saat ini.

Proses Penilaian Dilakukan Dari Semua Aspek

Dalam kurikulum 2013, sikap siswa di dalam kelas juga termasuk salah satu aspek yang dinilai. Karena itu penerapan kurikulum 2013 juga memiliki tujuan yang baik yaitu mendorong anak untuk memiliki sikap yang lebih baik di sekolah, pada teman sejawat, dan terhadap lingkungannya.

Jika pada kurikulum sebelumnya penilaian hanya dilakukan dari sisi intelektual siswa, maka kurikulum 2013 ini juga membuat suatu indikator penilaian dari aspek yang lainnya. Di antaranya adalah dari sisi kecerdasan, sikap dan karakter, sosial bahkan aspek religius.

Menekankan Kepada Pendidikan Karakter

Kelebihan kurikulum 2013 lainnya adalah menekankan pada pendidikan karakter. Hal ini memberikan kesempatan bagi lembaga pendidikan untuk lebih maksimal dalam membentuk karakter peserta didik. Upaya pembangunan karakter dan juga budi pekerti luhur ini ditekankan pada semua program studi yang ada. Sehingga, memungkinkan karakter anak bangsa semakin terbentuk.

Kelebihan dan Kekurangan Kurikulum 2013

Pembahasan kelebihan dan kekurangan kurikulum 2013 ini tentunya juga harus dilihat dari aspek kelemahannya. Kelebihan dan kekurangan kurikulum 2013 ini tentunya menjadi perdebatan tersendiri bagi banyak orang. Berikut beberapa kekurangan kurikulum 2013:

Sistem Penilaian yang Terlalu Rumit

Seperti Liputan6.com kutip dari Merdeka, dalam kurikulum 2013, guru harus melakukan tiga set penilaian terhadap siswa, antara lain penilaian sikap, penilaian kognitif, dan penilaian keterampilan. Masing-masing set penilaian masih dijabarkan lebih banyak, misalkan set penilaian sikap yang terdiri atas penilaian observasi (kedisiplinan, kejujuran, peduli lingkungan, dsb), penilaian diri, penilaian teman sejawat, dan penilaian jurnal.

Sistem penilaian yang banyak dan rumit tersebut harus diterapkan guru pada masing-masing siswa, per mata pelajaran, dan per kompetensi dasar.

"Untuk satu mata pelajaran, rata-rata kompetensi dasar adalah tujuh sampai delapan. Berarti guru harus membuat delapan kali tiga set laporan narasi untuk masing-masing siswa. Jika satu kelas terdiri atas 40 anak dan satu guru mengampu tujuh kelas, maka bisa dibayangkan berapa laporan narasi yang harus dibuat oleh guru. Sementara laporan berbentuk narasi mendalam harus berbeda-beda pada masing-masing siswa," ungkap Sri Pujiastuti, seorang guru SMP di Malang.

Sri berpendapat bahwa sistem penilaian ini yang paling rumit dibandingkan dengan sistem penilaian pada kurikulum-kurikulum sebelumnya. Menurutnya, semestinya sistem penilaian lebih disederhanakan.

Sarana yang Belum Memadai dan Merata

Kekurangan kurikulum 2013 selanjutnya adalah kurangnya sarana dan prasarana yang belum memadai dan merata untuk menjalankan kurikulum 2013. Tak semua siswa dan sekolah memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk mengajarkan siswanya belajar secara aktif dan mandiri. Terutama jika kurikulum ini akan diterapkan di daerah-daerah yang terpencil.

Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan kurikulum 2013. Kamu bisa mengkaji berbagai kelebihan dan kekurangan kurikulum 2013 lainnya agar makin paham.