Kelebihan Muatan Penyebab Tenggelamnya Kapal Cahaya Ilahi

Laporan Wartawan Tribun Timur, Abdul Azis

TRIBUNNEWS.COM, PINRANG - Penyebab tenggelamnya Kapal Motor (KM) Cahaya Ilahi di Perairan Pesisir Pantai, Ujung Lerong, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Minggu (23/06/2013) sekitar pukul 10.29 Wita dikarenakan kelabihan muatan.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Endi Sutendi, Minggu (23/6/2013), kepada Tribun Timur (Tribunnews.com Network) mengatakan, peristiwa naas itu terjadi menjelang pesta rakyat dalam menghadapi persiapan para nelayan untuk mencari ikan di laut.

Mantan Wakapolrestabes Makassar ini menambahkan, kapal Cahaya Ilahi dinakhodai Ahmad (35). Kapal tersebut memuat melebihi kapasitasnya sebanyak 30 orang yang seharusnya maksimal hanya memuat 15 orang saja.

"Kapal tenggelam karena melebihi kapasitas muatannya," kata mantan Kapolres Enrekang ini.

Mantan Kapolres Makassar Barat ini mengatakan, Tim SAR Unhas dan Basarnas serta anggota Polair masih melakukan pencarian di lokasi kejadian dan memeriksa kapten kapal dan ABK, serta panitia peserta pesta rakyat. Sementara dua korban yakni Nurbiah (50) dan Hamsia (50) sudah dibawa ke rumahnya Ujung Lerong.

"Kedua korban dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan," jelas mantan Wadir Intelkam Polda Sulsel ini.

Secara terpisah, Ketua SAR Unhas, Jasman Ghadi mengatakan, tenggelamnya kapal tersebut disebabkan karena kelebihan muatan. Dari warga setempat, warga yang ikut berjumlah 20 orang sedang menggelar acara adat di laut.

"Warga yang dinyatakan tenggelam masih kita cari," ungkapnya, melalui telepon. (ziz)

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.