Kelelahan Hadapi Lonjakan Pembeli yang Khawatir Harga BBM Naik

Merdeka.com - Merdeka.com - Sejak Rabu (31/8) petang, kendaraan roda dua dan empat sudah tampak mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Warga rela mengantre panjang demi mendapatkan harga BBM nan ekonomis.

Tanki kendaraan mereka, tak sepenuhnya kosong. Hanya habis setengah. Namun, mereka tak ingin menunda mengisi bahan bakar. Khawatir pada 1 September dini hari, harga BBM akan naik.

Raut wajah Abiyan, petugas SPBU Kalimalang, Kota Bekasi, saat jelang pergantian shift malam ke pagi nampak jelas menunjukan kelelahan hadapi jejeran kendaraan mengantre untuk isi BBM.

Hingga jam 9 malam, SPBU tempat Abiyan bekerja masih penuh antrean sekitar 50 meter. "Panjang banget pokoknya. Tidak ada jeda dari kendaraan satu ke kendaraan lain," kata Abiyan saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (1/9).

Merebahkan tubuh di kasur, seperti impian Abiyan yang tidak bisa ditunda-tunda, usai berjibaku hadapi antrean kendaraan. Dia sadar, lelah merupakan sebuah keniscayaan dalam bekerja. Namun peristiwa Rabu (31/8) petang hingga malam bagi Abiyan yang baru bekerja sebagai petugas SPBU selama 3 tahun, cukup menguras energi.

Kepanikan masyarakat terhadap rencana kenaikan harga BBM bahkan masih berlangsung hingga pukul 12 malam. "(Antrean) sampai jam 11-12an kayaknya, banyak yang isi Pertalite. Stok sempat habis akhirnya ada yang beralih ke Pertamax," pungkasnya.

Khoirunnisa (25), juga merasakan peristiwa yang berbeda dari hari-hari sebelumnya. Rabu itu, dia mendapatkan jadwal siang. Rerata, shift malam diberikan oleh laki-laki.

Meski begitu, sejak sore, Ica, panggilan Khoirunnisa, sudah merasakan keramaian antrean kendaraan yang didominasi oleh sepeda motor. "Mungkin pada panik, katanya besok (1 September) mau naik makanya beli malam," kata Ica yang bekerja di sebuah SPBU Tambun, Kabupaten Bekasi.

Antrean Mereda

rev2
rev2.jpg

Tak disangka, 1 September telah tiba, pemerintah belum meresmikan harga kenaikan BBM. Justru jenis BBM non subsidi mengalami penurunan seperti Pertamax turbo dari Rp17.900 menjadi Rp15.900 atau turun Rp2.000.

Kemudian, Pertamina dex dari harga Rp18.900 per liter menjadi Rp17.400 atau turun Rp1.500. Penurunan harga juga terjadi pada Dexlite dari Rp17.800 menjadi Rp17.100 atau turun Rp700.

Sementara berdasarkan pemantauan merdeka.com pada Kamis (1/9) pagi sejumlah SPBU terlihat normal, tanpa ada antrean panjang. Bahkan SPBU di Jalan Jenderal R.S. Soekanto, Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, BBM subsidi telah habis.

Para pengendara sepeda motor terlihat beralih ke antrean khusus pengisian Pertamax. [bim]