Kelompok HAM sebut China berusaha bungkam kritik di luar negeri

Kepala Human Rights Watch (HRW) mengatakan Selasa bahwa pemerintah China bukan hanya membangun "negara pengintaian teknologi tinggi Orwellian (istilah diambil dari nama sastrawan Inggris George Orwell mengenai kehancuran masyarakat bebas dan terbuka)" di dalam negerinya, namun juga menggunakan kekuatan ekonominya yang sedang berkembang untuk membungkam kritik-kritik di luar negeri.

Kenneth Roth menuduh Cina melancarkan "serangan paling keras terhadap sistem global penegakan hak asasi manusia sejak sistem itu mulai muncul pada pertengahan abad ke-20."

Dia memperingatkan bahwa jika hak asasi manusia tidak dibela, maka dunia bisa menghadapi "masa depan distopia (masyarakat penuh ketakutan) di mana tidak ada yang berada di luar jangkauan sensor China" dan sistem hak global begitu lemah sampai tidak bisa lagi berfungsi "sebagai pengoreksi terhadap represi pemerintah."

Roth mengadakan konferensi pers pada Asosiasi Koresponden Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York setelah ditolak masuk ke Hong Kong, di mana dia telah dijadwalkan bakal merilis laporan tahunan kelompok hak asasi tersebut. Konferensi pers ini diawali dengan esainya yang berjudul, "Ancaman Global China terhadap Hak Asasi Manusia."

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mengatakan Senin: "Adalah kedaulatan China untuk membolehkan seseorang masuk atau tidak."

Dia mengisyaratkan bahwa Human Rights Watch adalah di antara organisasi yang mendukung dan menghasut "aktivis-aktivis anti-Cina ... untuk terlibat dalam kejahatan kekerasan radikal, dan menghasut aktivitas separatis yang mempromosikan kemerdekaan Hong Kong." Dia menambahkan: "Organisasi-organisasi ini layak dikenai sanksi dan harus menanggung akibatnya."

Juru bicara PBB Stephane Dujarric, yang pada Selasa ditanyai mengenai penolakan Roth untuk memasuki Hong Kong, berkata: "Pada prinsipnya, kami mendukung hak dan kerja para pembela hak asasi manusia di seluruh dunia."

Diplomat Cina Xing Jisheng, yang menghadiri peluncuran pers PBB, menyebut laporan HRW itu "sangat prajudisial," dengan mengatakan laporan itu memuat "rekayasa" dan mengatakan kepada wartawan "kami sepenuhnya menolak isi laporan itu."

Xing menyatakan pemerintahnya telah menempuh segala upaya dalam memajukan hak asasi manusia di China dan bahwa setiap laporan hak asasi manusia yang tidak mencantumkan 700 juta orang China berhasil keluar dari kemiskinan dalam 40 tahun terakhir, sebagai "tidak seimbang dan tidak netral."