Kelompok Ini Paling Berisiko Alami Efek Samping Vaksin COVID-19

Adinda Permatasari
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tidak semua efek samping vaksin COVID-19 berbahaya untuk kesehatan. Seperti pengobatan lainnya, adalah normal untuk merasakan nyeri, bengkak, panas dingin, saki kepala, kelelahan dan demam setelah vaksinasi.

Menurut CDC, hal itu hanya mengindikasikan bahwa tubuh kamu sedang membangun perlindungan terhadap virus. Beberapa orang mengalami efek samping tersebut, sementara sebagian lainnya tidak.

Karenanya, sulit untuk membuat dugaan. Tapi, riset baru menunjukkan bahwa mereka yang sudah pernah terinfeksi virus corona kemungkinan besar mengalami efek samping vaksin COVID-19 dibanding mereka yang belum pernah terinfeksi.

Dikutip dari laman Times of India, berdasarkan temuan studi yang dipublikasikan di medRxiv, orang yang sudah terinfeksi virus corona sebelumnya, kemungkinan besar mengalami efek samping intens setelah menerima vaksin COVID-19 dosis pertama dibanding mereka yang belum pernah terinfeksi.

Kelompok ini akan mengalami gejala seperti kelelahan, sakit kepala, panas dingin, demam dan nyeri otot atau sendi. Para peneliti menyatakan bahwa reaksi setelah dosis pertama mirip dengan reaksi intens yang dilaporkan setelah dosis kedua oleh pasien yang belum pernah terinfeksi COVID-19. Berdasarkan temuan ini, banyak peneliti percaya bahwa penyintas COVID-19 hanya butuh satu dosisi vaksin.

Bagi mereka yang mengalami KIPI dan membutuhkan perawatan di rumah sakit, kini tersedia Program Santunan Rawat Inap Pascavaksinasi yang diinisiasi oleh PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia). Layanan ini bisa didapat melalui aplikasi Pulse.

Program ini memberikan santunan tunai sebesar Rp1 juta per hari (maksimal 10 hari) sebagai bantuan jika penerima vaksin harus dirawat di rumah sakit karena mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dalam kurun waktu 14 hari kalender setelah vaksinasi.

Vaksinasi harus menggunakan vaksin resmi dari Pemerintah Indonesia serta diberikan oleh instansi yang berwenang, sesuai dengan aturan yang berlaku. Pendaftaran dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi Pulse.

"Vaksinasi adalah program yang sangat penting dari pemerintah untuk melindungi kesehatan publik guna mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera, sekaligus membantu pemulihan ekonomi. Kami siap mendukung pemerintah dengan memberikan santunan tunai kepada masyarakat apabila mereka harus dirawat di rumah sakit akibat efek samping pascavaksinasi,” ujar Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia dalam keterangan tertulis.

Program ini dimulai sejak 6 Februari hingga 30 Juni 2021 dan tersedia bagi 350.000 pendaftar pertama yang berusia di atas 18 tahun hingga 60 tahun. Informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat dilihat di bit.ly/santunanpascavaksinasi.