Kelompok Marawis Asal Prumpung Jatinegara Memukau Ribuan Penonton di London

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON-- Kelompok musik marawis, Syubbanul Akhyar (Pemuda Pilihan) dari Jakarta pimpinan Nanang Kurnia berhasil memukau lebih dari 1.000 penonton dalam acara "The Ecstatic Journey: Music from around The Sufi World", yang digelar di Gedung Kesenian Barbican Centre, London, Rabu (28/9) malam.

Tampil di awal pertunjukkan Syubbanul Akhyar yang membawakan empat buah lagu, Maulaya, Sholatun, Allahu Allah dan Annabi langsung mendapat sambutan dari penonton yang membayar tiket sebesar 25 Pounsterling. Syubbanul Akhyar tampil bersama kelompok musik sufi lainnya berasal dari Maroko, India dan Pakistan.

"Kami senang bisa tampil menghibur penonton pengemar musik sufi yang ada di Inggris, apalagi di Barbican Centre yang yang sangat bergensi," ungkap Nanang Kurnia, usai pertunjukkan yang berakhir pada Pukul 10 malam lebih .

Diharapkannya dengan tampilnya kelompok musik yang berasal dari Betawi ini dapat menambah syiar Islam dan memperkenalkan musik sufi dari Indonesia ke Negara Eropa dan Negara lainnya.

Menurut Nanang, asal mulanya penampilannya mereka di Maroko dan di Eropa berawal dari video Youtube yang dilihat oleh Event Organisation (EO) Anmaro Esia, Robert yang tertarik untuk bisa menampilkannya di Maroko.

Berkat kesuksesan kelompok Syubbanul Akhyar di Maroko membuat EO lainnya tertarik ingin mengundang mereka. Akhrnya dengan adanya kesepakatan dengan EO Zaman Production dari Perancis yang bernama Jean Harve, mengundang mereka untuk mengikuti festival musik sufi di tiga kota di Eropa yaitu di London, Nantes dan Paris di Cite De La Musique.

Dikatakannya sejarah terbentuknya Syubbanul Akhyar bermula dari perkumpulan remaja kampong Cipinang Prumpung di daerah Jatinegara Jakarta Timur pada 1996. Kelompok mengaji itu diisi dengan mendendangkan lagu-lagu qasidahan tempo dulu.

Berkat keuletan dan kesabaran kelompok Syubbanul Akhyar sedikit demi sedikit berkembang seiring dengan banyaknya permintaan show di berbagai acara keagamaan di Jakarta sehingga memperlancar perkembangan sampai tampil di Istana dan disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut Nanang, persiapan yang dilakukannya untuk mengikuti tur selain di London, Syubbanul Akhyar yang telah membuat tujuh album rekaman juga akan tampil di kota Nanter dan Paris di Perancis, selama dua bulan dan setiap minggu latihan.

Kelompok musik yang terdiri dari Yusuf Chaerul Muhammad, Mursidi Zulkarnain Tohir, Yusuf Abdul Wahid Mohamad, Ahmad Infadz Sainie, Fuad Hasyim Sakiran, Engkin Zainal Mutagin, Heru Firmansyah pernah juga tampil di Fes Festival dengan dukungan dari Anmaro Performing Arts Production yang berdomisili di Belanda.

Manejer Syubbanul Akhyar, Sofie Russo mengakui kelompok musik sufi yang berasal dari Jatinegara ini berhasil memperkenalkan kelompok musik Indonesia di Inggris, dan bahkan rekaman CD mereka yang berjudul Shalatun sebanyak 100 keping habis terjual.

Dikatakannya Syubbanul Akhyar selanjutkannya akan melanjutkan turnya di Nanter dan Paris bersama kelompok music sufi dari Negara lainnya, bahkan kelompok musik dari Maroko mengajak mereka untuk berkolaborasi bersama.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.