Kelompok Sipil Antikorupsi Gelar Ruwatan Rakyat untuk KPK

·Bacaan 1 menit

VIVA – Sejumlah perwakilan dari kelompok masyarakat sipil antikorupsi menggelar aksi dengan tema "Ruwatan Rakyat untuk KPK". Aksi ini digelar di Gedung ACLC KPK, Jakarta, Jumat, 28 Mei 2021.

Dalam demonya, para peserta aksi menggunakan topeng wajah 4 Dewas KPK, dan satu orang menggunakan topeng wajah Firli Bahuri. Keempat Dewas tersebut Tumpak Hatorangan Panggabean, Syamsuddin Haris, Albertina Ho dan Harjono.

Dalam aksi, mereka juga menyalakan dupa dan beberapa sesajen. Mereka juga menggelar aksi teatrikal dengan memegang sapu dan menaburi keempat Dewas dan Firli Bahuri dengan bunga.

Terpantau pula peserta aksi membentangkan beberapa poster dengan berbagai macam tulisan.

"Aksi meruwat KPK sendiri untuk menghilangkan roh-roh jahat dari berbagai kalangan, utamanya pemerintah dan orang-orang di belakangnya terhadap KPK," kata Perwakilan dari peserta aksi Rakyat Peruwat KPK, Sinta, kepada awak media.

Sinta menilai situasi KPK saat ini sedang dalam keadaan darurat. Aksi ruwatan itu dimaksudkan untuk memberi peringatan kepada masyarakat dan pemerintah bahwa anak kandung reformasi, dalam hal ini KPK, harusnya dibersihkan dari niat jahat, dan kedaulatan rakyat harus kembali kepada rakyat.

"Karena kebijakan-kebijakan saat ini sudah didominasi kepentingan oligarki, oleh karena itu saatnya nyalakan tanda bahaya," ujarnya.

Permasalahan KPK, lanjut Sinta, bukan hanya terkait tes wawasan kebangsaan (TWK), tapi bermula dari revisi UU KPK.

"Publik harus mengetahui bahwa bukan hanya kami yang perlu membersihkan KPK, rakyat juga perlu melakukan itu dengan memberi peringatan bahwa KPK sedang tidak baik-baik saja," imbuhnya.