Kelompok Teroris Cari Dana Memanfaatkan Sifat Dermawan Warga Indonesia

Merdeka.com - Merdeka.com - Peneliti Terorisme Universitas Indonesia Prof Solahudin Lutfi mengungkap jika susahnya memberantas kelompok teroris di Indonesia, karena faktor kuatnya sumber pendanaan yang didapat.

"Kenapa satu kelompok teror bisa begitu kuat bertahan dalam berbagai tekanan salah satunya karena mereka mendapat support logistik melimpah," kata Solahudin dalam acara BNPT di Jakarta Pusat, Senin (20/6).

Solahudin membeberkan jika suntikan dana yang didapat kelompok teroris ini turut memanfaatkan berbagai sumber dana yang ada berasal dari masyarakat.

"Belakangan ini bahwa sebenarnya sumber dana berasal dari dana publik. Penting BNPT dan aparat untuk mengawasi hal ini," ujarnya.

Para kelompok terorisme dan radikal itu sangat memahami kondisi masyarakat Indonesia yang dikenal dermawan. Sebagaimana data riset atas negara paling dermawan yang laporkan menurut World Giving Index pada 2021 lalu.

"Situasi ini dimanfaatkan kelompok-kelompok radikal dan teror untuk fundraising dimana uangnya uang publik, saya rasa negara harus lindungi masyarakat jangan sampai masyarakat nyumbang ke kelompok teror," jelasnya.

Oleh sebab itu, Solahudin meminta agar aparat penegakan hukum perlu melakukan dan fokus kepada pendanaan kelompok radikal dan terorisme sebagai titik kuatnya kelompok tersebut masih bisa bertahan.

"Oleh karena itu penegakan hukum harus difokuskan terkait pendanaan, karena itulah bensinnya kelompok radikal. Sebagus apapun mobil yang dimiliki kalau bensin kosong tak bisa jalan, jadi menurut saya pertama penegakan hukum juga diarahkan kependanaan," tegasnya. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel