Kelompok Teroris Merauke Saling Kenal dengan Pengebom Makassar

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, belasan terduga teroris yang ditangkap di Merauke, Papua memiliki hubungan dengan kelompok teroris di wilayah lain. Salah satunya, pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Ada kontak di antara mereka itu karena memang kasus di Merauke itu hasil pengembangan dari Makassar. Jadi Makassar, Balikpapan dan Merauke itu saling keterkaitan,” kata Rusdi di Mabes Polri Jakarta pada Senin, 7 Juni 2021.

Kemudian kata dia, belasan terduga teroris yang di Merauke juga pernah beberapa kali melakukan komunikasi dengan pelaku teroris Makassar melalui aplikasi WhatsApp. Selain itu, mereka juga pernah bertemu dalam suatu pengajian.

“Di antara mereka sudah saling bisa kenal orang-orang di Merauke,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, tim operasi Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror melakukan pengungkapan dan penangkapan sejumlah terduga sel jaringan terorisme di Merauke, Papua yang jumlahnya terus bertambah menjadi 13 orang.

Kepala Polres Merauke AKBP Untung Sangaji mengakui bahwa jumlah teroris yang ditangkap saat ini 13 orang dan kemungkinan masih bisa bertambah. Selain menangkap 13 orang teroris, Densus 88 juga mengamankan berbagai barang bukti.

“Untuk sementara yang bisa saya sampaikan itu saja karena masih terus dilakukan penyelidikan,” kata Untung pada Rabu, 2 Juni 2021,

Dari 13 teroris yang diamankan, baru 11 orang yang identitasnya terungkap yakni AK, SB, ZR, UAT, DS, SD, SR, YK dan SW serta pasangan suami istri AP dan IK.

Penangkapan teroris diawali ditangkapnya 10 orang setelah terindikasi akan melakukan pengeboman di Merauke namun gagal.

Kepala Polda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri menyatakan bahwa mereka merupakan jaringan kelompok Ansharut Daulah yang terkait dengan aksi pengeboman Gereja Katedral, Makassar, pada 28 Maret 2021.