Keluarga Brigadir J Makin Yakin Ada Kejanggalan Usai Dilibatkan Proses Autopsi

Merdeka.com - Merdeka.com - Keluarga Brigadir J alias Nofriansyah Joshua Hutabarat meyakini terjadi dugaan penyiksaan dan pembunuhan berencana terkait kematian Brigadir J. Dugaan itu diperkuat dengan hasil pengamatan perwakilan tenaga kesehatan saat autopsi ulang jenazah Brigadir J, pekan lalu.

Hal itu dikatakan kuasa hukum keluarga Brigadir J alias Nofriansyah Joshua Hutabarat, Kamarudin Simanjuntak. Bahkan Kamarudin mengaku kembali menjelaskan terkait salinan hasil sementara autopsi dari pengamatan dokter diutus keluarga menyaksikan langsung proses ekshumasi jasad Brigadir J, kepada penyidik Bareskrim di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (2/8).

"Saya jelaskan tadi habis autopsi sementara berdasarkan pengamatan, karena kalau hasil yang sesungguhnya kan itu kan bukan wewenang pengamat, tapi versi pengamat yang kita tempatkan dua orang ini loh saya tunjukan tadi, sudah saya notariskan kan begitu. Namun kita tidak menyebut itu hasil akhir, hanya berdasarkan pengamat," kata Kamarudin kepada wartawan, Rabu (3/8).

Kamarudin menyebut, dugaan pembunuhan berencana turut muncul dari rentetan waktu kejadian mulai dari peristiwa pengancaman hingga terjadinya adu tembak menewaskan Brigadir J.

"Saya tadi mengatakan pembunuhan berencana kenapa, karena ada rentetan ancaman-ancaman dari tanggal 21 Juni, berulang ke tanggal 29, terus berlanjut ke tanggal 7 Juli, pembunuhannya kan tanggal 8, artinya beberapa jam sebelum dibunuh," ujar dia.

"Nah apakah ada kaitan ancaman pembunuhan ini dengan terjadinya pembunuhan, itu kan tugas penyidik membuat terang. Tetapi fakta-fakta itu kita berikan. Apa faktanya, kita berikan surat elektronik berupa video screenshot, percakapan, bahkan handphone itu sudah disita penyidik, gitu loh," imbuh dia.

Catatan Luka Didapat Keluarga Brigadir J saat Autopsi Ulang

Kamarudin kembali menegaskan bahwa dugaan adanya penganiayaan itu semakin menguat usai melihat hasil sementara autopsi ulang dilakukan tenaga medis perwakilan keluarga Brigadir J.

"Sudah pasti, sudah pasti (penyiksaan), karena penjelasan Karo Penmas yang pertama, berdasarkan autopsi yang pertama kan hanya empat tembakan yang kena dari lima tembakan. Tadi sudah kita urai, tembakan pertama di kepala bagian belakang, tembakan ke dua dia leher tembus ke bibir bawah kiri, tembakan ke tiga dada kiri ke belakang, tembakan ke empat lengan kiri bawah," ujar dia.

"Nah di luar ini banyak luka, saya ulangi ya, luka di bawah mata, luka di atas mata, luka di bawah bahu terbuka, diambil sampel untuk diuji, di laboratoriumnya RSCM. Kemudian kanan kiri lebam, kemudian di leher waktu itu ada seperti gambar jeratan tali atau apa itu namanya. Kemudian, patah tangan, kemudian jari kelingking dan jari manis patah. Luka terbuka di jari manis, kemudian, di kaki ada rembesan darah atau juga lebam. Kemudian di pergelangan kaki kiri, kemudian di kanan, kemudian di kanan ini bengkak gitu. Ini akibat apa, kan harus ada penjelasan ilmiah. Coba dijelaskan secara ilmiah nanti oleh dokter foresik apa penyebabnya," kata dia.

Hasil Autopsi Ulang dari Pengamatan Dokter Perwakilan Keluarga

Kamaruddin menyebut pihaknya bakal menyodorkan sejumlah bukti yang berhasil dikumpulkan. Salah satunya bukti berupa akta pencatatan medis yang dilakukan pihak keluarga ketika proses autopsi ulang Jasad Brigadir J berlangsung pekan lalu.

"Akta notaris terkait dengan hasil pertama atau hasil sementara pemeriksaan visum et repertum kedua dan atau autopsi kedua, karena kami sudah menotariskan," ucapnya.

Akta itu, lanjut Kamaruddin, didapat setelah pihak kepolisian memperbolehkan untuk pihak keluarga menyaksikan proses autopsi tim forensik yang diwakili tenaga kesehatan dokter dan atau paramedis.

"Kita cari Ito Herlina Lubis magister kesehatan satu lagi dokter Martina Aritonang Rajagukguk kita beri surat tugas perwakilan masuk ke dalam ruang operasi itu," ucapnya.

Komaruddin mengatakan dari hasil pencatatan utusan dua tenaga medis keluarga itu lah yang menjadi keterangan tertuang dalam akta dan bakal diserahkan kepada penyidik nantinya. Dengan hasil didapat beberapa luka maupun keterangan medis yang didapat dari jasad Brigadir J.

"Jadi tugas mereka hanya mencatat hasil catatannya itu diberikan ke kami kemudian saya minta dibuatkan catatan tertulis kemudian saya minta di notariskan, setelah dinotariskan itu menjadi akta tujuannya apa supaya menjadi autentik tidak berubah ubah," ucap dia.

Reporter: Nanda Perdana Putra/Liputan6.com [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel