Keluarga Brigadir J: Sedikit Lega, Berharap Ada Tersangka Lain

Merdeka.com - Merdeka.com - Rohani Simanjuntak, bibi dari almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, mengaku sedikit lega setelah Polri menetapkan Bharada E sebagai tersangka dalam kasus terbunuhnya sang keponakan.

"Sedikit lega, sudah ada tersangka. Hampir 30 hari kami menunggu. Kita berharap ada tersangka lain, karena kami yakin Bharada E tidak sendirian dalam melakukan pembunuhan," kata Rohani melalui sambungan telepon, Kamis (4/8).

Terkait dugaan adanya tersangka lain, kata Rohani, bukanlah tuduhan belaka. Pasalnya ditemukan luka lain, selain tembakan pada saat autopsi.

Apabila nanti hasilnya keluar, dia meyakini akan membuktikan kalau dalam melakukan pembunuhan Bharada E tidak sendirian.

Selain itu, hilangnya CCTV di rumah dinas Kadiv Propam, menjadi pertanyaan besar keluarga kala itu. Namun seiring penyelidikan, Polri akhirnya menemukan CCTV tersebut dan diharapkan dapat membuat kasus semakin terang.

Rohani berharap tiga handphone milik Brigadir J yang dinyatakan hilang itu segera ditemukan oleh penyidik.

"Kami yakin, tiga handphone yang hilang itu, juga akan membuktikan kalau pembunuh almarhum (Brigadir J) tidak satu orang, tetapi lebih dari satu," ujar Rohani.

Dia mengapresiasi kerja kepolisian, yang sudah menetapkan Bharada E sebagai tersangka.

Meskipun keluarga sempat dalam kebingungan, mulai dari Jumat (8/7) sampai Rabu (3/8) barulah ada penetapan tersangka.

"Hampir 30 hari kami menunggu dan bertanya-tanya. Mengapa ada tindakan pembunuhan tetapi tidak ada tersangka," terang Rohani.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polri menetapkan Bharada E sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J. Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi menjabarkan, Bharada E dijerat Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

"Menetapkan Bharada E sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan 56 KUHP," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (3/8) malam.

Dalam Pasal 338 KUHP disebutkan, barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

Sementara jo atau penyertaan Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dimaknai terdiri dari 'pembuat' yaitu orang yang memberikan perintah, 'penyuruh' yaitu orang yang bersama-sama melakukan, 'pembuat peserta' yaitu orang yang memberi perintah dengan sengaja, 'pembuat penganjur' dan 'pembantu'.

Penetapan tersangka kepada Bharada E dilakukan usai penyidik melakukan gelar perkara dan memeriksa sejumlah saksi dan ahli sehingga telah mendapatkan dua minimal alat bukti yang cukup sebagaimana Pasal 17 KUHAP.

"Dari hasil penyidikan tersebut pada malam ini penyidik sudah melakukan gelar perkara dan pemeriksaan saksi juga sudah kita anggap cukup," ucap Andi.

Reporter: Hidayat [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel