Keluarga Bupati Garut Duga Ada Permainan Politik di Balik Isu Nikah Kilatnya

TRIBUNNEWS.COM, GARUT - Bupati Garut Aceng HM Fikri akhir-akhir ini menjadi pembicaraan publik dan isu utama di beberapa media massa, terkait kabar perceraiannya dengan Fanny Octora.

Wanita berusia 18 tahun dinikahi Aceng secara siri pada Juli 2012. Pernikahan Aceng dengan Fani hanya berumur empat hari. Kembali munculnya berita pernikahan dan perceraian Aceng dengan Fanny, membuat terkejut keluarga dan orangtua orang nomor satu di Garut.

Ayah Aceng, KH Holil Munawan mengaku sangat terkejut mendengar kabar tentang Aceng yang disebutkan telah melecehkan Fanny.

"Saya sangat tidak percaya putra saya telah melakukan itu. Ini kemungkinan ada yang memanfaatkan. Semenjak Aceng dilahirkan, kami didik dengan bekal agama yang sangat kuat, hingga menikah dengan istri pertamanya, kami tidak pernah mendengar atau melihat langsung bahwa Aceng pernah melakukan pelecehan, merendahkan ataupun menghina wanita," ujar Holil di Garut, Minggu (2/12/2012).

Holil mengaku menyaksikan pernikahan siri putranya dengan Fanny, meski bukan sebagai saksi.

"Menurut keterangan anak saya dan keluarga Fanny, mereka tidak keberatan melangsungkan pernikahan siri. Fanny pun setuju, kalau terkait nominal uang, saya tidak bisa berkomentar," tutur Holil.

Hj Aat Atmilalli, ibunda Aceng menuturkan, sejak awal ia tidak menyetujui pernikahan putranya dengan Fanny.

"Pernikahan itu tidak berkenan di hati saya," ucap Aat.

Istri pertama Aceng, Nurohimah, mengaku kecewa oleh isu tentang suaminya yang beredar di beberapa media massa. Nurohimah mengaku sangat kecewa ketika Aceng disebutkan melakukan pelecehan terhadap perempuan, termasuk kepada dirinya.

Nurohimah menyatakan, perkembangan isu pernikahan siri dan perceraian suaminya dengan Fanny, sudah berbelok menjadi pembodohan dan pembohongan publik.

Sejak isu pernikahan kilat suaminya mencuat, Nurohimah dan anak-anaknya sangat tertekan. Mereka bahkan harus menyamar jika ingin ke luar rumah. Nurohimah juga merasa ada orang-orang misterius yang setiap hari mengawasi rumahnya.

"Saya kecewa ada pihak tertentu yang memanfaatkan situasi ini. Padahal, ini kan masalah pribadi atau keluarga. Kenapa harus menjadi konsumsi publik. Saya sudah banyak melihat gambar-gambar dan tulisan yang tidak etis untuk dibaca. Apalagi, sekarang era digital, yang apapun serba mudah untuk diakses oleh siapa pun," papar Nurohimah sambil mengatakan masyarakat diharapkan menanggapi masalah ini dengan arif, bijaksana, dan berimbang.

Sementara, Aceng mengatakan, sebagai pimpinan masyarakat Garut, dirinya tetap harus konsisten dengan tugas dan kewajiban dalam melayani dan mengayomi masyarakat. Isu pernikahan kilatnya selalu dia kesampingkan, setiap melakukan aktivitas sebagai bupati.

"Tapi, saya menolak kabar bahwa saya telah melakukan pelecehan, penghinaan, apalagi meneror Fanny Octora. Kami berkenalan secara baik-baik, menikah secara baik-baik, dan berpisah juga demikian. Bahkan, setelah menikah dan saya berangkat umrah, Fanni mendoakan saya melalui SMS, dan mengingatkan saya untuk menjaga kesehatan," ungkap Aceng. (*)

LIHAT JUGA
Mantan istri laporkan Bupati Garut ke Bareskrim
Aceng diduga melakukan aksi kekerasan dalam rumah tangga
Bupati Garut sudah talak secara lisan sebelum kirim SMS
Kasus Bupati terkait pilkada Garut
Mantan istri muda Bupati Garut mulai membuka diri
Foto pernikahan siri Bupati Garut
Bupati Aceng langgar norma dan etika

POLL

Menurut Anda, tindakan apa yang harus diberikan pada Bupati Garut, Aceng Fikri?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.