Keluarga Hutabarat Minta Hasil Autopsi dan Ekshumasi Brigadir J Dibuka ke Publik

Merdeka.com - Merdeka.com - Perkumpulan Marga Hutabarat meminta hasil autopsi awal dan ekshumasi jasad Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat dibeberkan ke publik. Mereka menilai keduanya perlu dibandingkan.

Apabila ada perbedaan, maka patut diduga ada upaya menghalangi proses hukum atau diistilahkan obstruction of justice.

"Kalau memang autopsi ulang akan diumumkan maka marga Hutabarat mendesak autopsi awal harus juga dibuka. Kalau dua ini barang yang berbeda tentu ada ketidakbenaran di barang yang salah. Ada proses hukum dong," kata Pheo Marojahan Hutabarat, Ketua Hutabarat Lawyers, yang mewakili Pengurus Punguan Sirajanabarat, Jumat (29/7).

Persoalkan Luka di Tubuh Brigadir J

Pheo mengatakan, hasil visum awal pada jasad Brigadir J dinyatakan terdapat luka pada bagian dada. "Kalau kami baca visum, dua kali disebutkan kondisi adek kami (Brigadir J) dibilang cuma satu terlentang ada luka di dada. Di atas lagi disebut, ada luka di dada. Tidak ada tulisan luka-luka. Hukum jelas obstruction of justice. Ada tindak menghalang-halangi nggak di sini," ujar dia.

Lebih lanjut, Pheo mempersoalkan pernyataan pihak kepolisian yang menyebutkan luka-luka akibat tembakan.Sementara, merujuk pada keterangan Ketua tim forensik dengan tegas menyatakan ada luka luar. Dia mempersoalkan hal tersebut karena tak diungkap ke publik.

"Harusnya luka secara mata telanjang ditulis di sini. Bahwa luka-luka post mortem itu sesudah atau sebelum. Tapi kalau adek kami (Brigadir J) kena luka tembak kenapa bikin laporan begini? Polisi tidak boleh begitu. Advokat kalau gitu aja masuk penjara," ujar dia.

Ayah Tidak Keberatan

Pheo memastikan, hasil ekshumasi jenazah Brigadir J harus diungkap secara gamblang.

"Artinya kita akan membuka hasil autopsi ulang secara umum. Jadi yang ditanya teman wartawan, apa pihak keluarga keberatan jika dibuka ke publik hasil autopsinya," ujar dia.

Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat juga sepakat hasil ekshumasi jasad anaknya, dibuka ke publik. "Kita sangat mendukung dibuka untuk umum hasil autopsi. Biar spekulasi-spekulasi itu hilang, biar transparan," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel