Keluarga Minta Brigadir J Diautopsi Ulang, Ini Tanggapan Polri

Merdeka.com - Merdeka.com - Keluarga Brigadir J mendorong agar ada proses autopsi ulang. Permintaan itu karena keluarga merasa ada kejanggalan dari apa yang disampaikan kepolisian.

Menanggapi hal tersebut, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menegaskan autopsi telah dilakukan dan hasilnya akan disampaikan bersama dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) selaku pihak pengawas eksternal.

"Sudah diautopsi nanti akan disampaikan hasilnya (bersama) sama Komnas HAM juga biar lebih obyektif," kata Dedi saat dihubungi merdeka.com, Selasa (19/7).

Terkait permintaan autopsi ulang secara mandiri oleh pihak keluarga, Dedi mengatakan, dirinya belum mengetahui lebih lanjut terkait aturan tersebut. Menurutnya, proses autopsi dilakukan untuk kebutuhan penyidikan.

Dia menyampaikan, bila proses autopsi harus dilakukan sebagaimana yang telah diatur dalam KUHAP. Hasilnya tersebut nantinya akan dijadikan sebagai alat bukti untuk persidangan.

"Belum tahu kalau itu (permintaan autopsi ulang secara mandiri). Karena (autopsi) untuk kebutuhan penyidikan sebagai alat bukti yang akan disampaikan ke sidang," terangnya.

Dasar hukum melakukan autopsi tertuang dalam KUHAP, Visum et Repertum merupakan permintaan penyidik berwewenang terhadap dokter guna pemeriksaan medis terhadap manusia, hidup maupun mati, ataupun bagian/diduga bagian tubuh manusia, berdasarkan keilmuan, dan di bawah sumpah untuk kepentingan peradilan.

Sebagaimana tertuang dalam Pasal 120 KUHAP menyebutkan, dalam hal penyidik menganggap perlu, ia dapat minta pendapat orang ahli atau orang yang memiliki keahlian khusus melakukan visum.

Diperjelas dengan Pasal 133 KUHAP, guna kepentingan peradilan menangani seorang korban, baik luka, keracunan, ataupun mati yang diduga karena peristiwa tindak pidana, penyidik berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman, atau dokter, dan atau ahli lainnya. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel