Keluarga Relakan Kepergian Novi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kejadian tragis yang menimpa anak bungsu dari pasangan Nurdin Tinambunan (60) dan M Marbun (56), sangat mendadak dan membuat terpukul seluruh anggota keluarga.

Lucia Novianti Dewi (Novi), gadis kelahiran Jakarta, 24 November 1989, pergi secara mendadak dengan tragis. Namun, kedua orangtua sudah merelakan kepergian anak bungsunya.

"Ini adalah sebuah kecelakaan. Saya kira siapapun tidak ingin mengalaminya. Saya sudah pasrahkan. Mungkin ini jalan terbaik yang diberikan Tuhan untuk Novi dan kami semua," tutur Nurdin di rumahnya, Kamis (26/7/2012).

Novi mengalami kecelakaan, sepulang menyerahkan naskah skripsi kepada dosennya, yang telah rampung direvisi.

Menurut Nurdin, berdasarkan informasi yang ia terima dari saksi di TKP. Saat itu, Selasa (24 /7/2012), Novi pulang dari kampus UI Depok pukul 21.00 WIB, menumpang kereta api dan turun di Stasiun Tebet.

Karena angkutan menuju rumahnya sudah jarang, dan tidak ada satupun taksi yang melintas, Novi memutuskan naik ojek.

Nahas, di perjalanan, tepatnya di flyover Pondok Bambu, ojek yang ditumpangi Novi ditabrak oleh sepeda motor lain dari belakang.

Sepeda motor jatuh ke ruas jalan di sebelahnya yang berlawanan arah. Akibatnya, tubuh Novi dan tukang ojek tewas seketika.

"Saya kira itu memang murni kecelakaan. Saya telah merelakan Novi. Hanya, saya sedih karena sebentar lagi ia akan diwisuda. Itu yang sampai saat ini membuat kami belum bisa melupakannya," papar Nurdin. (*)

BACA JUGA

  • Novi Meninggal Usai Serahkan Revisi Skripsi ke Dosen
  • Pelayat Terus Mendatangi Rumah Novi
  • Sosok Novi di Mata Sang Ayah
  • Keluarga Tidak Setuju Mayat Novi Diotopsi
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.