Keluarga Ridwan Kamil minta masyarakat tidak ganggu privasi Geraldine

Keluarga besar Ridwan Kamil meminta masyarakat Indonesia tidak mengganggu privasi Geraldine yang telah membantu melaporkan penemuan jenazah Emmeril Khan Mumtadz atau Eril di Bendungan Engehalde, Bern pada Rabu (8/6) sekitar pukul 06.50 waktu setempat.

"Kami meminta kepada warga Indonesia untuk tidak mengganggu privasi Ibu Geraldine. Ini sebagai bentuk rasa hormat kami sebagai keluarga kepada Ibu Geraldine," kata Erwin Maniruzman selaku kakak dari Ridwan Kamil di Tangerang, Banten, Minggu.

Erwin mengatakan keluarga besar Ridwan Kamil menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga Negara Swiss yakni Geraldine. Pasalnya Geraldine sangat perhatian sehingga setiap perjalanan menuju lokasi kerja dan melewati bendungan air Engehalde selalu memperhatikan yang bisa dilaporkan kepada kepolisian.

Baca juga: Pejabat sambut kedatangan jenazah Eril di Bandara Soekarno-Hatta

"Kami ucapkan terima kasih khususnya kepada Geraldine atas perhatiannya yang sangat besar dalam penemuan jenazah Eril," katanya.

Selain itu, Erwin juga menegaskan bahwa Gerladine tidak memiliki akun media sosial sehingga tak perlu dicari tahu.

Keluarga Ridwan Kamil berharap agar warga tidak masuk ke dalam urusan pribadinya. "Beliau perlu dijaga privasinya dan tak memiliki akun media sosial," katanya.

Baca juga: Keluarga izinkan masyarakat takziah di Gedung Pakuan Bandung

Minggu ini, Jenazah Emmeril Khan Mumtadz atau Eril telah tiba di Bandara Soekarno - Hatta Tangerang Banten, setelah melalui perjalanan selama 17 jam dari Swiss.

Jenazah Eril tiba Terminal 3 Bandara Soekarno - Hatta pukul 15.45 WIB bersama Ridwan Kamil yang ikut dalam penerbangan dari Swiss. Jenazah kemudian dibawa ke kargo jenazah human remains transit lounge untuk proses pemindahan ke mobil yang siap membawa ke Gedung Pakuan, Bandung.

Baca juga: Ribuan warga berdatangan ke Gedung Pakuan untuk sampaikan doa

Sejumlah pejabat negara dari pemerintah pusat dan daerah tampak hadir menyambut kedatangan jenazah Eril. Setelah proses pengurusan di kargo, jenazah kemudian dibawa ke Gedung Pakuan Bandung dan disemayamkan di Kabupaten Bandung pada hari Senin (13/6).

Warga yang ingin melakukan takziah ke Gedung Pakuan Bandung dipersilakan namun di atas pukul 22.00 WIB. Pasalnya saat ini akan dilangsungkan acara keluarga inti.

Baca juga: Menaker sampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Eril

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel