Keluarga Terduga Teroris Tuding Polisi Geledah Rumah Tanpa Surat

Mohammad Arief Hidayat, Ngadri (Kalimantan Barat)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Keluarga seorang terduga teroris menuding polisi menggeledah di rumahnya di Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Pontianak, Kalimantan Barat, pada Kamis, 17 Februari 2021, tanpa surat perintah.

Mertua teruga teroris RE, berinisial M, saat ditemui VIVA, mengaku terkejut saat didatangi puluhan Polisi bersenjata laras panjang dan langsung menggeledah rumahnya tanpa terlebih dahulu menunjukan surat tugas.

“Tiba-tiba ada puluhan anggota Polisi mencari anak menantu saya yang bernama RE. Dan tanpa menunjukkan surat tugas dan surat penggeledahan rumah. Dan setelah menggeledah, polisi membawa buku tauhid dan barang-barang lainnya," katanya.

Baca: Densus 88 Serentak Tangkap Terduga Teroris di 3 Wilayah Kalbar

Ia mengatakan, anak menantunya, RE, tidak ada di rumah karena sejak pagi pergi bekerja sebagai Satpam di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Pontianak Tenggara. Sejak itu pula belum bisa dihubungi.

Sang bibi, yaitu S, mengatakan bahwa rumah orang tua RE di Gang Rawasari didatangani oleh puluhan polisi sejak pagi. Polisi-polisi itu pun, katanya, tidak menunjukkan surat tugas dan surat penggeledahan.

“Dari dalam kamar ada kabel, paku, dan buku yang dibawa. Padahal kabel dan paku tersebut punya suami saya karena suami seorang tukang," ujarnya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalimantan Barat Kombes Pol Donny Chalres Go mengungkapkan, ada tiga terduga teroris ditangkap oleh Densus 88 Antiteror Polri di tiga lokasi berbeda di Kalimantan Barat, yakni Kota Pontianak, Kota Singkawang, dan Kabupaten Kubu Raya, pada Rabu, 16 Februari.

Ketiga terduga teroris berinisial RE (28 tahun), M (20 tahun), dan MR (27 tahun). Mereka kini ditahan dan diperiksa intensif di Markas Komando Brimob Polda Kalimantan Barat di Pontianak.