Keluarga Ungkap MS Dipaksa Polisi Saudi Mengaku Lecehkan Wanita Lebanon saat Tawaf

Merdeka.com - Merdeka.com - Keluarga jemaah umrah asal Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, MS (26) yang divonis dua tahun penjara dan denda 50 ribu Riyal atau Rp200 juta akhirnya angkat bicara. Keluarga MS masih tidak yakin jika adiknya melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap wanita asal Lebanon saat melakukan tawaf di Masjidil Haram pada 10 November 2022.

Kakak MS, Rosmini mengatakan, keluarga masih tidak percaya atas tuduhan terhadap adiknya melakukan tindakan pelecehan seksual pada saat melaksanakan tawaf di Masjidil Haram, Makkah. Rosmini yakin adiknya mengaku melakukan pelecehan seksual saat diperiksa polisi karena ada tekanan.

"Apa yang dituduhkan dalam surat itu tidak dilakukan (pelecehan seksual) oleh adik saya waktu di depan Kabah. Adik saya dipaksa mengakui perbuatan yang tidak dilakukan saat interogasi (polisi Arab Saudi)," ujar Rosmini kepada wartawan, Senin (23/1).

Rosmini menyebut adiknya juga bingung atas tuduhan pelecehan seksual terhadap wanita Lebanon. Alasannya, saat itu MS hanya ingin mencium Hajar Aswad saat melukan tawaf di Masjidil Haram.

"Saya juga berangkat umrah saat itu bersama adik dan ibu. Cuma waktu itu adik saya berpisah dan pergi sendiri, karena ingin sekali mencium Hajar Aswad," ujar dia.

Kondisi saat Tawaf

Rosmini mengaku pada saat itu kondisi di Masjidil Harap banyak orang dan berdesak-desakan. Karena kondisi ramai tersebut, ibu, adik bungsu dan neneknya tidak mendekat ke kabah untuk mencium Hajar Aswad.

"Waktu itu, dia (MS) menyuruh ibu, nenek dan adik bungsunya untuk menunggu di dekat Hijir Ismail. Saat di depan Ka'bah kita berdesak-desakan," kata dia.

Rosmini bersama suami saat itu menunggu di depan Makam Nabi Ibrahim sembari melaksanakan ibadah sunnah. Pada saat itu, MS dibawa dua polisi ke tempat sepi.

"Awalnya kami mengira adik saya dibawa polisi karena memakai celana kain berjahit, karena kan itu dilarang," tutur dia.

Rosmini mengaku mengetahui adiknya dibawa polisi setelah di telepon dari keluarga di Indonesia. Saat itu, keluarga menyampaikan bahwa MS ditahan di kantor polisi.

"Awalnya saya tidak percaya informasi dari keluarga yang mengatakan adik saya ditangkap polisi. Apalagi kan baru 10 menit sebelumnya dia berpisah dengan adiknya untuk mencium Hajar Aswad," ujar dia.

"Saat saya coba telepon handphone-nya dia (MS), sudah tidak aktif. Saya kembali ke hotel untuk mencari ustaz pembimbing untuk meminta tolong mencari adik saya," kata Rosmini.

Saat tiba di hotel, Rosmini menceritakan kepada ustaz pembimbingnya tentang apa yang terjadi pada MS. Saat itu, ustaz pembimbing tidak percaya jika adiknya ditangkap polisi.

"Pak Ustaz membantu untuk mencari keberadaan adik saya, hingga akhirnya ditemukan dan ditahan di kantor polisi. Adik saya ditahan karena dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita," ujar dia.

Dia menjelaskan saat itu ustaz pembimbing tidak bisa menemui dan hanya melihat MS dari CCTV yang berada di ruang tahanan. Rosmini menyebut, ustaz pembimbing tidak bisa menemui secara langsung dengan adiknya karena tidak memiliki hubungan darah.

"Hari keempat adik saya ditahan, kami mendapatkan izin menjenguk karena mempunyai hubungan darah. Saat bertemu itulah adik saya mengaku bingung dengan tuduhan pelecehan seksual terhadapnya," kata dia.

"Saya tanyakan ke dia kejadiannya bagaimana, dia juga bingung menjelaskan karena merasa tidak melakukan itu (pelecehan seksual)," tutupnya. [gil]