Keluarga Yusuf Ariwibowo Minta Keterangan DVI

Jakarta (ANTARA) - Pihak keluarga Yusuf Ariwibowo --korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100-- mengunjungi Rumah Sakit Polri dr Sukamto di Kramat Jati untuk meminta keterangan perkembangan identifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI).

"Ari kerja di Sky, belum ada kabar dari DVI dan keluarga terus menunggu," kata mertua Ari, Emi Retnowati, kepada wartawan di Jakarta, Ahad.

Menurut Emi, keluarga Ari telah mengumpulkan data yang diperlukan untuk keperluan identifikasi pada pekan lalu.

Keluarga datang ke Posko DVI Kramat Jati bertujuan untuk mengetahui perkembangan identifikasi jenazah korban musibah Sukhoi Superjet 100.

Dia menjelaskan, rencananya jika jenazah Ari telah ditemukan dan diidentifikasi maka akan dibawa ke Malang untuk disemayamkan.

"Kami minta tolong supaya cepat diberitakan kepada kami, karena kalau memang tidak ada ya sudah, kami diberitahu, itu saja. Kami selama ini hanya menunggu terus, jadi tidak enak di rumah," jelas Emi.

Menurut Emi, keluarga tidak ingin membicarakan asuransi terlebih dahulu sebelum jenazah Ari ditemukan.

Ari meninggalkan seorang putri bernama Maisya Almira dengan umur lima tahun dan istri yang tengah hami tiga bulan, Adya Resvita.

Seluruh keluarga Ari bertempat tinggal di Malang dan selama mengurus pengidentifikasian serta menunggu kabar dari DVI, mereka tinggal di rumah kerabat yang berada di Jakarta.

Kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 terjadi pada Rabu (9/5) di Gunung Salak, Bogor.

Air Traffic Center di sejumlah bandara terdekat kehilangan kontak dengan pesawat setelah Superjet 100 meminta turun ke ketinggian 6000 kaki dari sebelumnya 10 ribu kaki di atas Gunung Salak.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.