Keluh Kesah Pelatih Persib Pimpin Persiapan Selama PPKM Darurat

·Bacaan 1 menit

VIVA – Sudah dua pekan Persib Bandung tidak menjalani sesi latihan bersama. Alasannya, karena skuad Maung Bandung mengikuti kebijakan Pemerintah dalam menerapkan PPKM Darurat.

Para pemain hanya diberikan progam latihan secara online di rumahnya masing-masing. Setiap pekannya, Supardi Nasir cs menyerahkan laporan latihan mandiri lewat format video.

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts mengatakan bahwa PPKM Darurat hanya dirasakan klub-klub di Pulau Jawa dan Bali. Sedangkan, klub di luar area tersebut tidak terdampak PPKM Darurat.

Dengan begitu, klub di luar Jawa dan Bali bisa menjalani latihan bersama sekaligus mematangkan persiapan untuk menghadapi kompetisi Liga 1. Seperti yang dilakukan Persiraja Banda Aceh, Borneo FC, Barito Putera, dan PSM Makassar.

"Bicara mengenai lockdown (PPKM), itu berarti hanya bicara tim-tim yang berasal dari Pulau Jawa dan Bali. Tapi, tim yang berada di luar area tersebut seperti Sulawesi, Kalimantan, Sumatera dan Papua, mereka tidak masuk dalam area yang lockdown," ujar Robert kepada wartawan.

Sementara itu, Persib hanya bisa menunggu masa penerapan PPKM Darurat segera berakhir. Sehingga, Maung Bandung bisa kembali menjalani sesi latihan.

"Dari apa yang bisa kami lihat, tim-tim ini beberapa ada yang tetap berlatih dan beberapa ada juga yang memantau perkembangan dari liga. Jadi mustahil untuk menjawab pertanyaan soal bagaimana rencana kami, karena memang tidak ada rencana. Tidak ada yang memastikan apa yang akan terjadi soal liga," ungkap Robert.

Kendati demikian, jika penerapan PPKM Darurat berakhir, Persib dipastikan akan kembali memulai latihan. Robert sudah menyiapkan program latihan agar kondisi fisik para pemain kembali ideal.

"Sambil menunggu konfirmasi kapan liga akan dimulai dan setelah itu program latihan disiapkan untuk bersiap menghadapi kick off liga," terangnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel