Keluh Kesah Pemudik Terkait Pemberlakuan Sistem One Way

Merdeka.com - Merdeka.com - Antusias masyarakat yang melakukan mudik begitu terasa tahun ini. Pasalnya, pemerintah dua tahun belakangan telah melarang melakukan mudik. Larangan ini dikarenakan tingginya masyarakat yang terpapar Viru Corona atau Covid-19, asal Wuhan, China.

Berbagai cara kepolisian dan juga stakeholder lainnya menyiapkan skema dalam pelaksanaan mudik. Di antaranya melakukan sistem ganjil genap (gage), one way, dan Contra Flow. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan peluang kepada masyarakat pada saya mudik.

Kendati demikian, skema tersebut masih saja berdampak kemacetan. Seperti halnya di Tol Cipularang, yang membuat kendaraan berhenti hingga lebih kurang 6 kilometer.

Fauzi (25) warga Pondok Gede, Jakarta Timur, tidak tahu harus mengatakan apa. Sebab, dengan adanya sistem One way membuat dirinya diuntungkan bisa cepat tiba di Bojonegoro. Namun ada juga yang dirugikan.

"Ya buat yang mudik senang, cepat sampai, tapi buat yang ke Jakarta ya pasti protes. Ya kaya di Puncak (Bogor) beberapa jam buka tutup kan," katanya kepada merdeka.com, Sabtu (30/4).

Kendati demikian, ia mengakui dengan adanya sistem itu membuat dirinya harus menunggu lebih kurang 10 jam di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Sebab, bus yang ia naiki tertahan tidak bisa ke Jakarta akan adanya sistem One Way itu

"Berangkat seharusnya pukul 06.40 WIB. (Bus) Baru datang itu jam 4 sore. Ya sekitar 10 jam nunggu. Kata sopir dan pemberitahuan mobil itu terhalang sama one way, bus itu distop jadi lama baru sampai," ujarnya.

"Kemarin tuh berangkat perjalanan normal 12 jam, kemarin jam 4 sore (berangkat dari Jakarta) sampai Bojonegoro jam 4, itu normal enggak macet. Jalan lancar karena one way," sambungnya.

Di sisi lainnya, Fauzi merasa 'dongkol' dengan pelayanan dari perusahaan bus. Sebab, di tengah perjalanan dirinya dan penumpang lainnya harus berpindah bus. Meskipun dengan satu perusahaan yang sama.

"Jadi bus yang saya naikin itu balik ke Jakarta, biar dapat setoran mungkin dan biar di Jakarta enggak penuh penumpang. Kaga tau apa itu disuruh pemerintah atau bagaimana enggak tau, saya tanya petugasnya katanya kabar itu baru dikasih tahu pagi, mereka juga kaga tahu kenapa seperti itu. Katanya sie tol mau ditutup (one way) jadi mereka tuh kejar itu. Jadi dari Bojonegoro kosong mereka, mungkin mereka juga enggk mau rugi kali ya," bebernya.

Harusnya, katanya, seluruh bus telah berada di Jakarta.

"Kalau tau gitu bus standby di Jakarta pas mudik, jadi berangkat penuh berangkat. Ya mungkin baru pengalaman bus ya karena kan one way baru kali ini kan, ya ini masukan aja ya," pungkasnya. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel