Kelurahan Krukut sebut 13 warganya terpapar COVID-19

·Bacaan 2 menit

Kelurahan Krukut, Taman Sari Jakarta Barat menyebut 13 warga yang tinggal di RW 002 Jalan Krukut Pasar positif COVID-19 setelah tes swab antigen.

"Dari puluhan warga yang di tes, ada 13 orang dinyatakan positif dan sudah di bawa ke Wisma Atlet," kata Kepala Satuan Pelaksana Kelurahan Krukut, Nuryadin saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Nuryadi mengatakan semua berawal dari salah satu warga yang dinyatakan positif pasca melakukan tes swab antigen setelah pulang dari luar kota.

Puluhan warga pun akhirnya melakukan tes masal pada Kamis (6/1) lalu. Dari puluhan warga yang mengikuti tes, tercatat ada 13 orang warga yang dinyatakan positif COVID-19.

Lebih lanjut, Nuryadi belum bisa memastikan apakah ke-13 warganya itu terpapar COVID-19 varian Omicron.

"Intinya di tes itu hasilnya positif dan langsung di bawa ke Wisma Atlet," kata dia.

Dirinya pun mengimbau warganya yang lain untuk mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah demi memperkecil angka penyebaran COVID-19.

Sebelumnya, sembilan warga Kalideres juga sempat terpapar COVID-19 beberapa hari lalu.

Kesembilan orang itu merupakan pekerja di Bandara Soekarno-Hatta yang tinggal di Kecamatan Kalideres Jakarta Barat. Mereka dipastikan terpapar COVID-19 setelah mengikuti tes PCR di puskesmas setempat.

"Tes PCR sudah keluar hasilnya, ada sembilan positif, serta sebagian orang masih menunggu hasil," kata Kepala Satpol PP Kecamatan Kalideres, Selvi Rahmawati, saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (3/1)

Selvi mengatakan ke sembilan orang ini tinggal di satu rumah kos yang sama di Jalan Daan Mogot, Kalideres Jakarta Barat. Namun, belum dipastikan apakah COVID-19 tersebut varian Omricon atau bukan.

Mayoritas penghuni kost di rumah tersebut memang bekerja di Bandara Soekarno-Hatta. Karena, adanya temuan sembilan orang positif COVID-19, maka pada Senin (3/1) penghuni lainnya di rumah kos dan tetangga yang melakukan kontak erat wajib menjalani tes swab PCR.

Hal itu dilakukan sebagai upaya penelusuran guna memastikan virus COVID-19 tidak menyebar ke warga lain.

"Sembilan orang itu belum tentu Omicron, karena Omicron itu ada spesifikasi pemeriksaannya," kata dia.
Baca juga: Kasus harian COVID-19 RI bertambah 533 orang, terbanyak DKI Jakarta
Baca juga: Anies minta kesadaran prokes ditingkatkan antisipasi kasus aktif naik
Baca juga: DKI akan tutup sekolah 15 hari jika penyebaran COVID-19 signifikan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel