Kelurahan Nunu Bertekad Hapus Imej Brutal

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Warga Kota Palu, yang selama ini terlibat bentrok antarkelurahan, bertekad mengakhiri konflik tersebut. Caranya dengan menggelar deklarasi damai di kelurahan mereka.

"Pagi (30/4) ini warga kami akan mengakhiri seluruh pertikaian. Kami ingin mengembalikan citra daerah kami yang selama ini dianggap brutal," kata Lurah Nunu, Kecamatan Palu Barat, Irsan Sidjo, di Palu, Senin.

Deklarasi damai tersebut rencananya akan dilakukan warga pada Senin sekitar pukul 10.00 WITA. Acaranya dalam bentuk penandatanganan pernyataan sikap di atas kain spanduk sepanjang 30 meter. Setiap warga akan menulis nama dan bertandatangan di atas kain spanduk tersebut.

Pada Ahad (29/4) malam, belasan pemuda berasal dari Kelurahan Nunu didampingi tokoh masyarakat dan lurah setempat bertandang ke Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu. Mereka meminta kesediaan wartawan untuk hadir dalam deklarasi damai yang akan dipusatkan di Tugu Nunu. Mereka juga mengklarifikasi isu yang beredar bahwa wartawan yang sering meliput di daerah konflik antarwarga Nunu dengan Tavanjuka Kecamatan Palu Selatan itu diincar warga karena pemberitaan mereka selama ini.

Irsan mengatakan warga sesungguhnya tidak memusuhi wartawan. Hanya saja mereka khawatir hasil rekaman wartawan bisa menjadi alat bukti dalam penyelidikan polisi.

"Dalam kondisi bentrok seperti itu, saya juga tidak bisa menjamin karena situasi yang kacau. Warga juga tidak mau direkam kamera atau di foto," kata Irsan. Untuk menghilangkan jejak para pelaku bentrokan, warga kemudian menggunakan cadar dan helm dengan menenteng senjata tajam.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.